Pengacara sekaligus pegiat media sosial, Nazlira Alhabsy
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pengacara sekaligus pegiat media sosial, Nazlira Alhabsy, bicara terkait perbedaan sikap Indonesia dan Malaysia dalam merespons eskalasi konflik pascaserangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran.
Nazlira secara terbuka membandingkan langkah kedua negara tersebut, khususnya dalam konteks solidaritas terhadap Iran dan Palestina.
Sebut Malaysia Tunjukkan Sikap Beradab
Nazlira mengawali pernyataannya dengan menyinggung sikap Malaysia yang menyampaikan duka cita atas wafatnya pemimpin Iran.
“Negara tetangga yang kecil ini menyampaikan ungkapan duka cita, bela sungkawa kepada Negara Iran atas wafatnya pemimpin negara Iran, sebuah sikap yang tulus, beradab, arif, bijak dan adil sebagai negara sahabat,” ujar Nazlira dikutip fajar.co.id, Senin (2/3/2026).
Ia menuturkan, langkah tersebut sebagai bentuk empati dan keberanian moral dalam bersikap di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Singgung soal BoP dan Pengiriman Tentara
Bukan hanya itu, Nazlira juga menyinggung keputusan Malaysia yang tidak mengirim pasukan ke Palestina serta tidak bergabung dalam Board of Peace (BoP) yang ia kaitkan dengan Presiden Amerika Serikat.
“Negara kecil itu juga tidak mengirimkan tentara ke Palestina, tidak sudi juga bergabung dengan BoP Trump, apalagi memberi sumbangan ke organisasi buatan Trump dan Setanyahu,” tukasnya.
Pernyataan itu sekaligus menjadi kritik tersirat terhadap kebijakan luar negeri Indonesia saat ini.
Kirim Bantuan Kemanusiaan
Nazlira memuji langkah Malaysia yang memilih menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina.


















































