Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin negara-negara Eropa kompak menolak tuntutan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, untuk membantu mengawal kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, mengatakan Berlin tidak berniat untuk bergabung dalam operasi militer selama konflik tersebut.
"Kita membutuhkan kejelasan di sini. Kami berharap AS dan Israel memberi tahu kami, melibatkan kami dalam apa yang mereka lakukan di sana, dan memberi tahu kami apakah tujuan-tujuan ini tercapai," kata Wadephul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah kita memiliki gambaran yang jelas, kami percaya kita perlu beralih ke fase berikutnya, yaitu, mendefinisikan arsitektur keamanan untuk wilayah ini, bersama dengan negara-negara tetangga," imbuhnya.
Juru bicara Kanselir Jerman Friedrich Merz, Stefan Kornelius, mengatakan konflik di wilayah Timur Tengah "tidak ada hubungannya dengan NATO.
Posisi Jerman ini digaungkan oleh sesama anggota NATO, Inggris. Perdana Menteri Keir Starmer mengatakan tuntutan Trump itu tidak akan dan tidak pernah direncanakan untuk menjadi misi NATO.
Starmer menekankan bahwa Inggris tidak akan terlibat perang yang lebih luas. Namun dia mengatakan Inggris sedang berdiskusi dengan AS dan sekutu di Eropa dan Teluk, soal kemungkinan menggunakan drone pemburu ranjau.
PM Belanda, Rob Jetten, mengatakan akan sangat sulit untuk meluncurkan misi yang sukses di sana dalam jangka pendek.
Lituania dan Estonia mengatakan negara-negara NATO harus mempertimbangkan permintaan bantuan AS, namun juga mengingatkan perlunya kejelasan lebih besar soal aspek dari setiap misi.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengatakan Italia tidak terlibat dalam misi angkatan laut apa pun, yang dapat diperluas ke wilayah tersebut.
Namun, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengatakan Eropa harus tetap berpikiran terbuka dalam membantu memastikan kebebasan navigasi di selat tersebut, meskipun Eropa tak mendukung keputusan AS-Israel berperang dengan Iran.
Sebelumnya dalam sebuah wawancara, Presiden AS Donald Trump menyatakan meminta bantuan ke NATO dan China untuk membuka Selat Hormuz.
Trump mengatakan Eropa dan China sudah semestinya turun tangan lantaran keduanya adalah yang paling diuntungkan di selat tersebut.
"Sudah sepatutnya orang-orang yang diuntungkan dari selat itu membantu memastikan tidak ada hal buruk yang terjadi di sana," kata Trump, seperti dikutip AFP.
Trump memperingatkan jika Eropa memberikan respons negatif, masa depan NATO akan "sangat buruk". Kemudian, kepada China, ia juga mengancam apabila Beijing ogah membantu, maka rencana pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping akhir bulan ini tak akan terlaksana.
(dna)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
1

















































