Negara-negara Eropa Ogah Ajak AS Buat Rencana di Selat Hormuz

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Eropa tengah mempromosikan rencana untuk membuka kembali jalur perdagangan global Selat Hormuz tanpa melibatkan Amerika Serikat.

Dalam laporan Wall Street Journal yang dikutip Middle East Monitor pada Rabu (15/4), menyebut Inggris dan Prancis memimpin inisiatif untuk membentuk pasukan internasional guna membersihkan ranjau dan mengamankan jalur pelayaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencana tersebut, ,menurut laporan itu, tak akan melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Laporan itu juga menjelaskan bahwa inisiasi yang digagas Inggris-Prancis bertujuan untuk memulihkan kepercayaan di antara perusahaan pelayaran.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa misi tersebut akan menjadi upaya pertahanan internasional dan tidak akan melibatkan "pihak-pihak yang bertikai".

Sementara itu, sumber-sumber diplomatik mengatakan pasukan Eropa tidak akan beroperasi di bawah komando AS.

Jerman, yang sejauh ini menahan diri untuk tidak memberi sinyal kesiapan militer, kemungkinan akan ikut bergabung.

Meski terlihat progresif, sempat ada laporan perbedaan pendapat antara Inggris dan Prancis mengenai misi Angkatan Laut di Selat Hormuz. Pandangan seperti apa yang mereka lakukan dan peran apa yang perlu dimainkan jika ada.

Masalah lainnya adalah aktivitas militer apapun di Selat Hormuz tampaknya harus dikoordinasikan dengan Iran.

Selat Hormuz jadi sorotan dunia usai Amerika Serikat dan Israel menggempur habis-habisan Iran pada 28 Februari. Operasi ini menyebabkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan warga sipil lain tewas.

Iran tak tinggal diam. Di hari pertama AS-Israel menyerang, Teheran meluncurkan serangan balasan. Mereka menargetkan Israel dan aset militer di negara-negara Teluk.

Iran juga menutup Selat Hormuz untuk menekan AS-Israel. Namun, situasi saat ini kian keruh usai pemerintahan Donald Trump ikut memblokade pergerakan kapal Iran di selat tersebut.

(isa/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi