Ngekor AS, Argentina Resmi Keluar Dari WHO

6 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Argentina secara resmi menarik diri dari World Health Organization (WHO), mengikuti langkah Amerika Serikat yang lebih dulu keluar dari badan kesehatan global tersebut.

Keputusan ini dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Argentina, Pablo Quirno, pada Selasa waktu setempat. Ia menyatakan bahwa penarikan diri tersebut kini telah efektif berlaku, tepat satu tahun setelah pemberitahuan resmi disampaikan kepada WHO.

"Hari ini, penarikan Argentina dari WHO mulai berlaku, menandai satu tahun sejak notifikasi resmi dilakukan oleh negara kami," tulis Quirno melalui media sosialnya, mengutip Al-Jazeera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan bahwa meski keluar dari WHO, Argentina tetap akan menjalin kerja sama internasional di bidang kesehatan melalui perjanjian bilateral dan forum regional. Namun, pemerintah ingin tetap menjaga kedaulatan penuh dalam menentukan kebijakan kesehatan nasional.

Langkah ini merupakan kebijakan pemerintahan Presiden sayap kanan Javier Milei, yang sejak awal mengkritik peran organisasi internasional, termasuk WHO.

Keputusan Milei juga mencerminkan langkah serupa yang sebelumnya diambil oleh sekutunya, Presiden AS Donald Trump. Kedua pemimpin tersebut sama-sama menuding organisasi internasional mendorong kebijakan progresif, termasuk dalam sektor kesehatan.

Pengumuman awal Argentina untuk keluar dari WHO sebenarnya telah disampaikan pada Februari tahun lalu, hanya berselang sekitar satu bulan setelah keputusan serupa diumumkan oleh Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya kala itu, Milei mengkritik keras WHO atas rekomendasi kebijakan selama pandemi COVID-19, termasuk penggunaan masker, pembatasan sosial, dan vaksinasi. Ia bahkan menyebut WHO sebagai organisasi yang "berbahaya" dan menudingnya menjalankan "eksperimen kontrol sosial terbesar dalam sejarah".

Meski demikian, WHO pada dasarnya berfungsi sebagai lembaga penasihat yang memberikan panduan kesehatan global, tanpa memiliki kewenangan untuk memaksakan kebijakan kepada negara anggotanya.

Per Selasa, WHO masih mencatat memiliki 194 negara anggota dalam situs resminya, termasuk Argentina sebelum keputusan ini berlaku.

Sebelumnya, penarikan diri Amerika Serikat pada Januari juga menuai kritik dari Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Ia menilai alasan yang disampaikan tidak berdasar dan dapat berdampak pada keamanan global.

"Pemberitahuan penarikan diri ini membuat Amerika Serikat dan dunia menjadi kurang aman," ujar Tedros dalam pernyataannya saat itu.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi