OpenAI Klaim Kini ChatGPT Ramah Remaja

7 hours ago 5

Selular.ID – OpenAI memperkenalkan pendekatan baru untuk menghadirkan pengalaman ChatGPT yang lebih aman dan sesuai usia bagi remaja.

Diumumkan di Jakarta pada 23 Juli 2026, inisiatif ini menghadirkan fitur pembelajaran, pengingat penggunaan yang sehat, serta pengawasan orang tua untuk membantu remaja memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai pendukung proses belajar, pengembangan keterampilan, dan eksplorasi kreativitas secara bertanggung jawab.

Langkah tersebut diambil seiring semakin luasnya penggunaan AI di kalangan pelajar.

Menurut OpenAI, hampir sembilan dari sepuluh remaja menggunakan ChatGPT setiap minggu untuk berbagai aktivitas, mulai dari mencari informasi, memahami materi pelajaran, meningkatkan produktivitas, hingga mengembangkan ide kreatif.

Kondisi ini mendorong perusahaan menghadirkan pengalaman AI yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga tetap mendorong kemampuan berpikir kritis dan memberikan perlindungan yang sesuai dengan usia pengguna.

Melalui pendekatan terbaru ini, OpenAI menekankan bahwa AI dirancang sebagai alat pendukung pembelajaran, bukan pengganti proses belajar itu sendiri.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Karena itu, ChatGPT dibekali sejumlah fitur yang membantu pengguna memahami materi secara bertahap, menjaga keseimbangan dalam penggunaan teknologi, serta memberikan kontrol yang lebih besar kepada keluarga terhadap pengalaman penggunaan AI oleh remaja.

Salah satu pembaruan utama adalah kehadiran Mode Belajar (Study Mode). Fitur ini dirancang untuk membantu remaja mempelajari materi secara bertahap melalui pendekatan interaktif.

Alih-alih langsung memberikan jawaban akhir, ChatGPT akan mengajukan pertanyaan panduan, menjelaskan konsep sesuai tingkat pemahaman pengguna, serta memecah topik yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dipahami.

Pendekatan tersebut bertujuan mendorong proses belajar aktif sehingga pengguna tetap berlatih berpikir dan memecahkan masalah sendiri.

Remaja juga dapat mengunggah materi pelajaran sebagai referensi agar ChatGPT membantu membuat latihan, kuis, maupun simulasi ujian berdasarkan dokumen yang diberikan.

Sebagai contoh, pengguna dapat meminta ChatGPT membantu memahami suatu mata pelajaran sesuai tingkat pendidikan mereka dengan penjelasan langkah demi langkah tanpa langsung memberikan solusi akhir.

Pendekatan ini diharapkan membantu siswa mengenali bagian materi yang masih perlu dipelajari lebih lanjut.

Selain mendukung proses belajar, OpenAI juga memperkenalkan fitur pengingat istirahat bagi remaja yang menggunakan ChatGPT dalam waktu cukup lama.

Ketika sistem mendeteksi durasi penggunaan yang berkelanjutan, ChatGPT dapat menyarankan pengguna untuk berhenti sejenak sebelum melanjutkan percakapan.

Fitur tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong kebiasaan penggunaan AI yang lebih sehat.

OpenAI menilai AI sebaiknya menjadi pelengkap aktivitas belajar dan berkarya, bukan menggantikan interaksi maupun kegiatan di dunia nyata.

Pengingat tersebut diharapkan membantu pengguna menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan aktivitas sehari-hari.

OpenAI juga memperluas dukungan bagi keluarga melalui fitur Pengawasan Orang Tua (Parental Controls).

Melalui fitur ini, orang tua dapat menautkan akun ChatGPT milik mereka dengan akun remaja untuk mengelola sejumlah pengaturan penggunaan sesuai kebutuhan keluarga.

Setelah akun ditautkan, orang tua dapat mengaktifkan jam tenang, mengatur akses terhadap Mode Suara maupun fitur pembuatan gambar berbasis AI, mengurangi paparan terhadap konten sensitif, hingga menjadikan Mode Belajar sebagai pengaturan bawaan setiap kali percakapan baru dimulai.

Meski demikian, OpenAI menegaskan bahwa fitur pengawasan tersebut tidak memberikan akses kepada orang tua untuk membaca atau memantau isi percakapan remaja secara terus-menerus.

Pendekatan ini dirancang untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan pengguna muda dengan privasi mereka.

Perusahaan juga mendorong keluarga membangun komunikasi terbuka mengenai penggunaan AI di rumah.

Orang tua disarankan berdiskusi mengenai kapan AI digunakan, bagaimana memverifikasi informasi yang diperoleh dengan sumber tepercaya, serta mendorong anak tetap berpikir kritis ketika menggunakan teknologi tersebut.

Di luar fitur pembelajaran dan pengawasan keluarga, OpenAI turut memperkuat sistem perlindungan bagi pengguna remaja ketika berinteraksi dengan topik yang berkaitan dengan keselamatan, kesehatan mental, maupun isu sensitif lainnya.

Dalam kondisi tertentu, ChatGPT akan memberikan respons yang lebih berhati-hati dan, bila diperlukan, mendorong pengguna mencari dukungan dari orang tua, wali, atau orang dewasa tepercaya.

Pendekatan tersebut merupakan bagian dari pengembangan kebijakan keamanan AI OpenAI yang terus diperbarui seiring meningkatnya penggunaan teknologi generatif oleh masyarakat, termasuk kelompok usia muda.

Perusahaan menyatakan bahwa pengembangan fitur-fitur tersebut dilakukan untuk memastikan AI dapat digunakan sebagai sarana belajar yang aman sekaligus mendukung perkembangan kemampuan berpikir mandiri.

Untuk membantu keluarga memahami penggunaan AI secara lebih bertanggung jawab, OpenAI juga menyediakan berbagai materi edukasi melalui OpenAI Family Resources.

Platform tersebut berisi panduan praktis, bahan diskusi, serta sumber daya yang dapat dimanfaatkan orang tua dan pendamping dalam mengenalkan AI kepada anak dan remaja.

Sementara itu, informasi lebih lengkap mengenai pendekatan OpenAI dalam menghadirkan pengalaman AI yang sesuai usia tersedia melalui blog resmi perusahaan.

Ke depan, OpenAI menyatakan akan terus mengembangkan fitur pembelajaran dan perlindungan pengguna berdasarkan masukan dari pendidik, keluarga, peneliti, serta komunitas agar ChatGPT dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengabaikan aspek keamanan dan tanggung jawab dalam penggunaan AI.

Baca Juga: Sebelum ke AI Seluler, OpenAI Justru Rancang Speaker Cerdas

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi