Partai Gema Bangsa Kutuk Agresi Militer di Timur Tengah, Desak Pemerintah RI Ambil Diplomasi Aktif dan Lindungi Ekonomi Nasional

3 hours ago 1
Ary Oskandar Ketua DPP Partai Gema Bangsa Bidang Luar Negeri

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gema Bangsa menyampaikan sikap tegas terkait meningkatnya eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah. Melalui Ketua DPP Bidang Luar Negeri, Ary Oskandar, Gema Bangsa mengutuk tanpa kompromi setiap tindakan agresi militer dan pelanggaran kedaulatan negara yang dinilai memperluas konflik dan mengancam stabilitas global.

Ary Oskandar menegaskan bahwa penggunaan kekuatan bersenjata yang melampaui prinsip hukum internasional merupakan bentuk arogansi kekuasaan yang tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun.

“Penggunaan kekuatan bersenjata yang melampaui prinsip hukum internasional adalah bentuk arogansi kekuasaan yang mengancam perdamaian dunia dan membahayakan keselamatan umat manusia. Tidak ada justifikasi politik apa pun yang dapat membenarkan tindakan yang memperluas perang dan memperbesar korban sipil,” tegas Ary melalui pernyataan resmi yang diterima redaksi fajar.co.id di Jakarta, Sabtu (1/3/2026).

Menurutnya, setiap bentuk intervensi bersenjata yang mengabaikan kedaulatan negara lain merupakan pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan ancaman langsung terhadap stabilitas global.

Ia menilai dinamika konflik yang terus membesar di Timur Tengah berpotensi memicu perang kawasan yang lebih luas apabila tidak segera dihentikan melalui jalur diplomasi.

“Perang bukan solusi. Perang adalah kegagalan diplomasi dan kegagalan kepemimpinan,” ujarnya.

Dalam konteks politik luar negeri Indonesia, Ary menegaskan bahwa sikap bebas aktif harus tetap menjadi pijakan utama. Ia mengingatkan agar Indonesia tidak terseret dalam kepentingan geopolitik negara-negara besar yang justru memperuncing konflik.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi