Jakarta, CNN Indonesia --
Hubungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin tertinggi Vatikan Paus Leo XIV, sedang kurang baik.
Itu karena Paus Leo tidak sepakat dengan Trump yang terus menerus melakukan serangan ke Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Trump terus mengeritik Paus yang dinilainya "lemah".
Ternyata Ini bukan yang pertama kedua negara itu bersitegang bahkan sudah seratus tahun lebih.
Renggangnya hubungan kedua negara dimulai pada 1867, setelah Kongres AS meloloskan undang-undang yang melarang pendanaan untuk misi diplomatik ke Vatikan pada Februari 1867.
Keputusan kongres itu muncul karena menguatnya sentimen anti-Katolik pada pertengahan abad itu sebagai bagian peningkatan drastis jumlah imigran yang berasal negara mayoritas Katolik seperti Irlandia, Italia, dan Spanyol.
Sentimen ini semakin memburuk setelah peristiwa pembunuhan Presiden Abraham Lincoln pada 1865. Pascapembunuhan tersebut Mary Surrat, seorang perempuan Katolik dituding terlibat. Mary Surrat akhirnya dijatuhi hukuman gantung.
John Wilkes Booth, penembak Lincoln mendapat perlindungan dari penduduk di selatan Maryland dan Virginia yang kebetulan kebanyakan Katolik.
Semenjak itu, AS hanya mengutus utusan khusus saja.
Pada tahun 1939, Presiden Franklin D Roosevelt menunjuk Myron Taylor sebagai utusan khusus AS untuk Vatikan, sebuah posisi yang dipegang Taylor hingga tahun 1950.
Dengan menunjuk seorang utusan khusus, AS dapat mempertahankan hubungan diplomatik de facto dengan Vatikan tanpa harus membahas fakta yang secara politis tidak nyaman bahwa Vatikan sebenarnya bukanlah sebuah negara dengan wilayah, melainkan sebuah gereja atau lembaga keagamaan.
Namun pada 1984 Presiden Ronald Reagen membuka kembali hubungan diplomatik kedua negara. Dilansir dari laman ebsco.com, Reagan menunjuk William A. Wilson sebagai duta besar, dan ia dikonfirmasi oleh Senat dan mulai menjabat efektif pada 10 Januari 1984.
Namun, keputusan untuk meresmikan hubungan tersebut menuai kontroversi, mengingat tradisi AS dalam menjaga pemisahan antara pemerintah dan agama terorganisir, sebagaimana ditekankan dalam Amandemen Pertama Konstitusi.
Terlepas dari status keagamaannya, kenyataannya adalah bahwa Vatikan merupakan pemain penting di panggung politik.
Bahkan secara historis, AS telah terlibat dengan Vatikan dalam berbagai kapasitas, sejak penunjukan konsul oleh Presiden AS pertama George Washington pada akhir abad ke-18.
(imf/bac)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
2












































