Pejabat Iran Sebut Mojtaba Khamenei Sudah Sehat

8 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, dikabarkan dalam keadaan sehat sepenuhnya setelah terluka dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel pada akhir Februari 2026.

Hal itu diungkap oleh direktur jenderal protokol kantor Pemimpin Tertinggi, Mazaher Hosseini. Ini merupakan pernyataan resmi pertama mengenai kondisi kesehatan Mojtaba dan apa yang dihadapinya selama serangan AS-Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cedera punggungnya telah membaik selama periode ini, dan luka di tempurung lututnya juga akan segera sembuh. Dia dalam kondisi sehat sepenuhnya," kata Hosseini kepada media pemerintah Fars, seperti diberitakan Anadolu Agency pada Minggu (10/5).

Menurut Hosseini, Mojtaba terluka saat sedang berada di kompleks kantor kepemimpinan Iran pada 28 Februari.

Saat itu, sejumlah lokasi di sekitarnya terkena serangan, termasuk lokasi di mana para pejabat senior termasuknya ayahnya, mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, sedang melakukan pertemuan.

Meski demikian, Mojtaba disebut tidak berada di area tempat ia biasa memberikan ceramah, yang menjadi target gempuran AS-Israel. Karena itu, ia hanya mengalami luka ringan.

Berdasarkan penuturan Hosseini, kediaman pribadi Mojtaba juga menjadi sasaran sehingga istri dan beberapa keluarganya tewas.

Mojtaba terlempar akibat gelombang ledakan saat menuju kediaman tersebut. Ia disebut mengalami luka pada tempurung lutut dan punggung bagian bawah.

Hosseini dalam kesempatan itu menepis spekulasi bahwa Mojtaba menderita cedera parah di dahi akibat serangan. Ia menekankan sang pemimpin hanya mengalami "retakan kecil di belakang telinga" dan hal itu sudah ditangani.

Hosseini menuduh musuh-musuh Iran sibuk berupaya mencari rekaman audio, video, maupun materi lain terkait Mojtaba untuk "melakukan tindakan terhadapnya". Ia menambahkan dalam "waktu yang tepat", sang Pemimpin Tertinggi akan segera muncul dan bicara kepada publik.

Mojtaba Khamenei terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran pada 9 Maret menggantikan ayahnya yang tewas dalam serangan AS-Israel. Sejak menjabat, ia hanya berkomunikasi via pernyataan tertulis.

Badan-badan intelijen AS dan Israel sempat dilaporkan kebingungan mencari keberadaan Mojtaba untuk mengetahui kondisinya saat ini. Pasalnya, Mojtaba diyakini terluka parah dalam serangan yang menewaskan ayahnya.

Pasca serangan, media Kuwait Al Jarida mengutip sumber di Teheran yang menyatakan Mojtaba dibawa ke Rusia untuk menjalani operasi dan pemulihan. Akan tetapi, laporan itu dibantah Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali.

Baru-baru ini, intelijen AS melaporkan bahwa Mojtaba memainkan peran penting dalam strategi dan negosiasi diplomatik Iran selama perang.

Namun, struktur kekuasaan di Teheran disebut masih belum sepenuhnya jelas setelah rezim mengalami guncangan besar akibat serangan AS-Israel.

(blq/end)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi