Selular.ID – Pengamat gadget dan teknologi Aryo Meidianto menjelaskan sejumlah vendor smartphone yang selama ini menjadi challenger bisa saja masuk ke posisi lima besar di pasar handphone Indonesia.
Dalam data Omdia, menunjukkan bahwa pasar smartphone Indonesia untuk tahun 2025, Xiaomi masih memimpin dengan 19%.
Transsion dengan merek Infinix, Tecno dan Itel berada di urutan berikutnya dengan pangsa pasar 18%, mempertahankan posisinya dengan pertumbuhan tahunan yang moderat.
Samsung mengamankan posisi ketiga dan pangsa pasar 17%. Kemudian Oppo dan Vivo berada di posisi keempat dan kelima dengan masing-masing 16% dan 15%.
Jika ditotal pangsa pasar kelima vendor tersebut yakni 85% dan 15% sisanya diperebutkan oleh vendor smartphone yang selama ini menjadi challenger.
Produk-produk challenger di Indonesia di antaranya, Nubia, Sharp, Realme, Huawei, Honor, Nothing hingga iPhone.
“Kalau menurut saya, vendor challenger sepertinya belum bisa berada di urutan 5 besar untuk di tahun ini,” ungkap Aryo kepada Selular, Kamis (2/4/2026).
“Volume mereka masih kecil dibandingkan dengan vendor-vendor yang memang penguasa pasar,” sambungnya.
Baca juga:
- Strategi Sharp hingga Nubia Untuk Masuk 5 Besar Pasar Smartphone Indonesia
- Daftar Vendor HP yang Bisa Dobrak Posisi Lima Besar Merek Smartphone di Indonesia
Tapi, menurut Aryo masih ada kemungkinan bagi vendor challenger ini untuk menembus posisi lima besar dengan berbagai syarat.
Syarat tersebut misalnya, para vendor challenger ini, bisa memanfaatkan momentum kelangkaan memori atau NAND Flash.
“Syarat lainya, adalah kemungkinan vendor memiliki produk unggulan yang membuat mereka bisa naik daun karena diserbu masyarakat,” ungkapnya.
Peringkat Tidak Berubah
Aryo menambahkan jika berdasarkan data yang ada kemungkinan kurang lebih bisa sama komposisinya untuk peringkat di tahun 2026 ini.
“Bisa saja market di pasar low to mid yang besar bisa ada di posisi atas di tahun ini,” jelasnya.
Jika bisa memberikan harga yang menarik dengan kualitas yang baik, Aryo menyebut tidak menutup kemungkinan para vendor challenger ini bisa menembus posisi lima besar.
“Untuk peringkat lima besar bisa juga tetap dan bisa juga ada perubahan,” jelasnya.
“Kita juga masih belum tau untuk volume perhitungan khusus untuk OPPO, semenjak penggabungan dengan realme ada potensi memperbesar market share-nya,” tandasnya.



















































