Pengidap Autoimun Tetap Sehat Saat Lebaran, Ini Tips dari Pakar FKUI

2 hours ago 1

CNN Indonesia

Minggu, 22 Mar 2026 02:00 WIB

Ada tips agar tetap sehat selama libur Lebaran bagi pengidap penyakit autoimun dari pakar FKUI, dr Anshari Saifuddin Hasibuan. Ilustrasi. Ada tips agar tetap sehat selama libur Lebaran bagi pengidap penyakit autoimun dari pakar FKUI, dr Anshari Saifuddin Hasibuan. (iStockphoto/Srisakorn)

Jakarta, CNN Indonesia --

Bagi pengidap autoimun, berkegiatan selama libur Lebaran bisa menjadi satu tantangan tersendiri. Selain mengalami perubahan pola makan, kegiatan silaturahmi dari satu tempat ke tempat lain juga bisa melelahkan.

Sejumlah penyakit autoimun yang cukup sering dijumpai di masyarakat, antara lain lupus, rheumatoid arthritis, psoriasis, serta penyakit tiroid autoimun, seperti Hashimoto dan Graves' disease.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang pakar dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Anshari Saifuddin Hasibuan, memberikan sejumlah tips sehat bagi pengidap autoimun agar tetap terkendali saat libur Lebaran.

"Penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan sehat dalam tubuh," ujar Anshari dalam keterangan di Depok, Jawa Barat, Sabtu (21/3), melansir Antara.

Anshari mengatakan, meski penyakit autoimun belum dapat disembuhkan sepenuhnya, kondisi ini tetap dapat dikendalikan. Jadi, pengidapnya tetap dapat menjalani aktivitas, termasuk menikmati momen Idulfitri bersama keluarga.

Yang perlu diwaspadai, pola hidup selama libur Lebaran bisa berpotensi memicu flare up atau kekambuhan.

Hal ini karena pola makan pada perayaan Lebaran cenderung tinggi lemak, gula, dan garam. Selain itu, waktu istirahat yang berkurang, stres meningkat akibat aktivitas sosial, hingga lalai mengonsumsi obat merupakan beberapa faktor yang menimbulkan kekambuhan.

Ketika menghadapi situasi tersebut, Anshari menekankan pentingnya pengelolaan penyakit secara menyeluruh. Baik itu melalui terapi obat (farmakologis) maupun pengaturan gaya hidup (nonfarmakologis).

Dari sisi pengobatan, pengidap autoimun diimbau untuk tetap disiplin mengikuti anjuran dokter. Biasanya, terapi yang diberikan meliputi obat antiinflamasi untuk mengurangi nyeri.

Ada pula kortikosteroid untuk menekan peradangan, obat imunosupresan, hingga terapi biologis pada kasus tertentu.

"Gunakan pengingat seperti alarm agar jadwal minum obat tidak terlewat di tengah kesibukan Lebaran," ucap anshari.

Ia juga mengingatkan pengidap autoimun untuk memastikan ketersediaan obat selama masa libur. Selain itu, dosis jangan diubah tanpa konsultasi medis terlebih dahulu.

Caranya, yakni dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan. Di sisi lain, batasi makanan tinggi lemak, gula, garam, dan jaga asupan cairan tetap banyak.

Anshari mengatakan, kualitas dan kuantitas tidur juga harus dijaga. Idealnya, istirahat di kisaran 7-8 jam per malam. Lakukan tidur singkat di sela aktivitas bila diperlukan.

Mengelola stres juga bisa dilakukan untuk menjaga ketenangan. Caranya, bisa dengan relaksasi, meditasi, atau aktivitas spiritual, serta dukungan dari keluarga juga penting.

Tips lain dari Anshari, yakni lakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki atau peregangan. Hal ini untuk menjaga kebugaran dan mengurangi keluhan pada sendi.

Akan tetapi, aktivitas berlebihan sebaiknya dihindari. Apalagi jika kondisi tubuh sedang tak optimal.

Terakhir, tetap jaga kebersihan untuk mencegah infeksi. Infeksi dapat memicu kekambuhan pada beberapa jenis penyakit autoimun.

Caranya, cucilah tangan secara rutin, gunakan masker saat diperlukan, dan batasi aktivitas saat kondisi tubuh menurun.

"Dengan pengelolaan yang baik, pasien autoimun tetap dapat merayakan Idulfitri dengan nyaman dan aman. Kuncinya adalah mengenali batas tubuh dan tidak memaksakan diri," tutur Anshari.

(rti)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi