Jakarta, CNN Indonesia --
Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran memasuki hari ketujuh pada Jumat (6/3). Siapa lebih kuat di antara Iran dan AS-Israel?
Konflik di Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Sebaliknya, invasi itu menyambar ke sejumlah negara tetangga Iran.
Sejauh ini Iran bertahan dengan baik dari serangan AS-Israel, termasuk melalui sekutu mereka. Kendati 'dikeroyok', Iran bisa balik menyerang sehingga membuat AS dan Israel putar otak untuk menang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iran tidak ciut nyali dalam melawan AS-Israel. Juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akrami-Nia, mengatakan pihaknya tidak khawatir jika harus perang dalam waktu lama.
"Kami berperang dengan cara yang terkendali," kata Akrami-Nia dikutip dari Presstv.
"Kami telah mempersiapkan diri sebelumnya untuk perang yang panjang, dan hari ini kami dapat terus berperang selama pejabat negara memutuskan demikian."
Seperti apa perbandingan kekuatan militer AS-Israel dengan Iran?
Iran
Menurut situs Global Fire Power, Iran berada di urutan 16 dari 145 negara pada Januari 2026. Iran diperkirakan punya 1,1 juta personel.
Dari jumlah ini, tentara yang aktif sebanyak 610 ribu, personel cadangan 350 ribu, dan para militer 220 ribu. Secara lebih rinci, personel Angkatan Darat sebanyak 350 ribu, Angkatan Laut 20 ribu personel, dan Angkatan Udara sebanyak 20 ribu.
Mengenai sisi persenjataan, Angkatan Udara Iran punya stok 551 pesawat, 188 pesawat tempur, 21 pesawat serang, 86 pesawat angkut, pesawat latih 103 unit, dan pesawat misi khusus 10 unit.
AU juga punya armada kapal tanker sebanyak 6, helikopter 129 unit, helikopter serang 13 unit. Sementara itu, Angkatan Darat punya 2.675 tank, 75.939 kendaraan, artileri self-propelled 424 unit, 1.803 artileri tarik, dan 1.550 artileri roket.
Angkatan Laut Iran tak punya kapal induk dan kapal perusak. Namun, 25 kapal selam, 3 korvet, dan 1 kapal perang ranjau, dan 21 kapal patroli.
Peralatan militer Iran merupakan campuran, termasuk beberapa yang disediakan oleh Uni Soviet dan yang lainnya oleh AS sebelum Revolusi Islam 1979, bersama dengan tambahan Rusia yang lebih baru.
Iran memiliki kemampuan untuk memproduksi berbagai macam UAV (Unmanned Aerial Vehicle) alias Pesawat Udara Tanpa Awak, yaitu pesawat yang tidak memerlukan pilot di dalamnya dan dapat dikendalikan dari jarak jauh atau beroperasi secara otomatis berdasarkan program yang telah diatur.
Ditambah peralatan serupa, yang dilambangkan oleh pesawat serang Shahed yang telah dijualnya ke Rusia dalam jumlah besar untuk digunakan dalam perang di Ukraina.
Melihat kekuatan tersebut, tidak heran jika Iran bisa melakoni perang panjang melawan AS-Israel.
Amerika Serikat
Amerika Serikat tetap menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar dunia per Januari 2026.
AS diperkirakan punya 2,1 juta personel militer. Dari jumlah ini, 1,3 juta personel aktif, dan 799.500 personel cadangan.
Angkatan Darat AS tercatat memiliki personel 1.174.890 personel, Angkatan Laut 612.124 personel, dan Angkatan Udara 708.758 personel.
Dari segi persenjataan, Angkatan Udara AS punya stok 13.032 pesawat, 1.791 pesawat tempur, pesawat serang 926 unit, pesawat angkut 917, pesawat latih 2.610 unit, pesawat misi khusus 611 unit.
AU juga punya armada kapal tanker sebanyak 610, helikopter 5.913 unit, helikopter serang 1.024 unit.
Sementara itu, Angkatan Darat punya 4.666 tank, 409.660 kendaraan, artileri self-propelled 1.521 unit, 1.878 artileri tarik, dan 1.731 artileri roket.
Angkatan Laut punya 11 kapal induk, 9 helikopter, 83 kapal perusak, 66 kapal selam, 27 korvet, dan kapal perang ranjau 4 unit.
Israel
Israel memiliki kekuatan tempur yang mumpuni. Mengutip situs Globalfirepower, Israel berada di posisi ke 15 kekuatan militer dunia. Kekuatan jet tempur yang dimiliki mencapai 611 unit dengan 48 helikopter penyerang. Ditambah anggaran militer Israel yang mencapai US$31 miliar.
Israel juga bergantung pada taktik pasukan darat serta udara reguler yang kuat yang tampaknya tak tertandingi di kawasan itu. Hampir semua peralatan militer Israel dipasok Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.
Angkatan darat, laut, dan udara Israel yang tangguh berasal dari teknologi AS dan Eropa terkini serta industri pertahanan dalam negeri.
Negara kecil ini juga memiliki persediaan pasukan yang cukup besar, dengan sekitar 170.000 pasukan tugas aktif dan 400.000 pasukan cadangan lainnya. Meskipun lebih sedikit dari Iran, pasukan Israel telah ditempa dalam pertempuran oleh konflik regional.
(sry/bac)

4 hours ago
1

















































