Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto mengungkap jika masa depan bahan bakar minyak (BBM) berpeluang hanya dinikmati oleh segelintir masyarakat di Tanah Air. Kondisi tersebut memungkinkan terjadi sebab harga BBM berpeluang melonjak drastis, imbas perang Amerika-Israel dengan Iran saat ini.
Menurut Prabowo, masyarakat nantinya diarahkan untuk menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai untuk menghindari ketergantungan bahan bakar minyak.
"Whole plan is semua motor kita akan konversi ke motor listrik. Semua mobil, truk, traktor harus tenaga listrik," kata Prabowo dalam tayangan Youtube, dikutip Rabu (25/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi nanti orang kaya yang punya Lamborghini, Ferrari, silakan lu pakai bensin, lu bayar aja harga dunia. Mau 200 dolar, lu orang kaya kok," ucapnya menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan pihaknya telah membuat simulasi terkait penggunaan tenaga listrik yang disebut memberi dampak penghematan secara signifikan.
"Kami sudah bikin simulasi, ternyata yang naik motor kalau pakai listrik pengeluaran tinggal 20 persen, seperlima. Jadi ini our game changer," ungkap Prabowo.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya mengungkap rencana percepatan penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya transisi energi nasional.
Menurut Bahlil, pemerintah tengah menyiapkan langkah bertahap untuk melakukan konversi kendaraan bermotor berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik, khususnya pada sepeda motor yang jumlahnya mencapai sekitar 120 juta unit di Indonesia.
"Kendaraan bermotor kita yang 120 juta motor yang memakai bensin, kami akan mencoba bertahap untuk melakukan konversi ke motor listrik," ujar Bahlil dalam keterangannya kepada awak media, belum lama ini.
Bahlil menjelaskan program konversi motor sebenarnya telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Setiap tahunnya sekitar 200 ribu sepeda motor telah dikonversi dari berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.
Ke depan, program ini diharapkan dapat makin dipercepat seiring dengan perkembangan teknologi yang membuat biaya konversi semakin terjangkau.
"Sekarang kan sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi mungkin sekitar 5-6 juta (rupiah), jadi semakin ke sini semakin murah," jelasnya.
Pemerintah juga tengah memformulasikan berbagai skema dukungan agar masyarakat dapat lebih mudah melakukan konversi kendaraan. Skema itu diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di Tanah Air.
"Pemerintah bisa hadir bersama-sama dalam mengurangi beban mereka dalam konversi," ujar Bahlil.
(ryh/mik)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
2














































