Ilustrasi rupiah melemah. (INT)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang ingin menertibkan pengamat yang dinilai tidak patriotik memicu respons keras dari kalangan pengamat ekonomi.
Pengamat ekonomi dan politik, Heru Subagia, secara terbuka menanggapi wacana tersebut.
Ia bahkan menyebut siap berhadapan langsung dengan pemerintah dalam forum debat terbuka untuk membahas kondisi ekonomi nasional.
Heru menegaskan dirinya tidak memiliki kepentingan finansial sebagai pengamat, sehingga merasa bebas menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.
“Jadi saya termasuk punya hobby, karena saya juga tidak mencari penghasilan sebagai pengamat,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Minggu (15/3/2026).
Klaim Pengamatannya Berdasarkan Kondisi Nyata
Heru menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan bukan sekadar opini, melainkan hasil pengamatan langsung di lapangan.
Ia menyebut dirinya juga merupakan pelaku usaha sehingga merasakan secara nyata dampak kebijakan ekonomi pemerintah.
“Justru saya real dalam melakukan pengamatan terhadap apa yang saat ini terjadi terutama dalam bidang ekonomi dan kebijakan diambil. Jangan salah, saya adalah pelaku usaha,” tukasnya.
Kritik Keras terhadap Purbaya
Tidak berhenti di situ, Heru juga melontarkan kritik tajam kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Baginya, sikap Purbaya dalam menanggapi kritik para ekonom justru menunjukkan sikap yang tidak dewasa.
“Yang paling mengenaskan adalah seorang Menteri Purbaya yang sekarang menjadi Bendahara negara juga saya lihat menjadi panglima ekonomi Indonesia justru sangat cengeng,” ucap Heru.
Ia bahkan menyebut Purbaya bukan lagi seorang ekonom sebagaimana latar belakangnya sehingga diangkat menjadi bendahara negara.


















































