Jakarta, CNN Indonesia --
Pemain tunggal Prancis, Toma Junior Popov, tak gentar menghadapi China dalam final Thomas Cup 2026 yang akan berlangsung Minggu (3/5) malam waktu Indonesia.
Toma merupakan salah satu dari empat pemain tunggal di kubu Tricolore yang sukses membawa Prancis mencetak sejarah masuk final Thomas Cup untuk kali pertama.
Selain Toma terdapat Christo Popov, Alex Lanier, dan Enogat Roy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemain 27 tahun tersebut menjadi penentu langkah Prancis melaju ke final setelah menundukkan Prannoy HS pada semifinal sekaligus membawa Prancis menang 3-0 atas India.
Pada laga final, Prancis akan menghadapi China. Laga puncak pertama bagi Negeri Mode di pentas beregu putra badminton dunia tidak membuat Toma goyah.
"Kami sudah menulis sejarah pada Selasa dengan menang atas Indoensia dan lolos [ke fase gugur], dan sekarang kami mencetak sejarah lagi, medali pertama di tim beregu," kata Toma.
"Dan saat ini saya pikir kami sudah menancapkan tanda besar bagi Federasi Badminton Prancis dan Prancis itu sendiri di dunia badminton, bahwa kami datang, dan kami siap berjuang," ujarnya melanjutkan.
Pada Thomas Cup 2026, Prancis hadir dengan strategi memainkan tiga tunggal lebih dulu dan kemudian disusul dengan dua ganda putra.
Hal tersebut tidak lepas dari keberadaan Toma dan Christo yang bermain di sektor tunggal dan ganda.
Menurut aturan BWF apabila terdapat pemain yang bertanding di dua sektor, maka diharuskan menjalani laga sektor tunggal terlebih dahulu. Selain itu ada pula regulasi soal larangan pemain menjalani dua laga berturut-turut.
Aturan itu membuat strategi 'tiga tunggal main duluan' jadi opsi tak tergoyahkan Prancis dan tidak bisa digugat lawan.
Dalam laga final melawan China, Prancis pun kemungkinan besar bakal kembali menerapkan strategi yang sama.
(nva/nva)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
4
















































