Selular.ID – Pendapatan Telkom (TLKM), Indosat (ISAT), hingga XLSMART (EXCL) bisa terancam menurun karena adanya putusan MK yang menyebutkan kuota data internet seluler tidak boleh hangus.
Pada pendapatan semester I tahun 2026 ini, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9%.
Pendapatan tersebut masih ditopang dari segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband) dari anak usaha mereka yakni, Telkomsel.
Pada semester awal I, Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3% YoY.
Baca juga:
- TelkomGroup Optimalkan GMP untuk Bisnis dan Penataan Ruang Kerja
- Danantara Buka Suara Terkait Rencana Merger Mitratel (MTEL) dan TBIG
Hal yang sama juga dialami Indosat, di mana laba dan pendapatan PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/ISAT) sebagian besar ditopang oleh segmen seluler.
Terutama tentu saja dari lonjakan konsumsi layanan data (internet) dan jasa nilai tambah
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, lini bisnis seluler secara konsisten menyumbang sekitar 83,3% dari total pendapatan perusahaan.
Sementara itu, pendapatan utama XLSmart juga ditopang oleh konsumsi layanan data dan layanan digital.
Setelah entitas hasil gabungan ini terbentuk, bisnis digital dan kuota data terus menjadi motor penggerak pertumbuhan utamanya dengan kontribusi sekitar 90% hingga 91,8% dari total pendapatan perusahaan.
Berdampak ke Danantara
Tentu dengan adanyap putusan MK Nomor 273/PUU-XXIII/2025 yang diputus pada Juli 2026 terkait kuota internet seluler tidak boleh hangus, tentu akan berdampak ke pendapatan perusahaan operator telekomunikasi.
Hal tersebut diakui Fath Aliansyah (atau Fath Aliansyah Budiman) adalah Head of Investment Specialist di PT Maybank Sekuritas Indonesia saat acara Tiger Insight, Kamis (10/9/2026).
Fath menyebut tiga operator seluler yakni TLKM, ISAT dan EXCL harus memiliki produk lain sehingga tidak akan mempengaruhi pendapatan.
“Informasi dari analis kita tentu akan berdampak. Jadi menurut gambaran, ketiga operator ini harus punya produk yang bisa membuat pendapatan mereka tidak berbeda jauh (dari sebelum adanya putusan MK),” ungkapnya.
Dengan adanya dampak ke pendapatan Telkom, tentu juga akan berdampak ke setoran dividen TLKM ke Danantara.
Perlu diketahui, PT Danantara Asset Management selaku holding pengelola BUMN meraup setoran dividen sebesar Rp11,3 triliun dari laba bersih PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) untuk tahun buku 2025.
Jumlah setoran jumbo ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom.
Danantara berhak menerima nominal tersebut karena menguasai porsi kepemilikan mayoritas, yaitu sebesar 51,56% (atau setara 51,09 miliar lembar saham) dari total saham Telkom.
Telkom sendiri secara keseluruhan) membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp21,9 triliun.
Komposisi sumber dividen ini berasal dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp17,8 triliun ditambah alokasi laba ditahan sebesar Rp4,2 triliun.



















































