Risiko Tinggi Lahiran Secara Normal atau Pravaginam Seperti Alyssa Daguise

3 hours ago 3

Jakarta -

Alyssa Daguise malah disebut ibu-ibu pick me hanya perkara merasa bangga karena memilih proses melahirkan sang buah hati, Soleil Zephora Ghazali, secara normal atau yang dikenal dengan istilah pravaginam.

Istri Al Ghazali itu merasa bahwa setiap ibu berhak untuk bahagia dan bangga atas pilihan metode persalinannya masing-masing.

Dirinya menilai setiap ibu pasti melalui perjuangan yang tak mudah dan bahkan berisiko tinggi ketika melahirkan anak.

"Setiap ibu punya perjalanan & pengalaman melahirkan yang beda. Kalo ada ibu yang merasa bangga karena berhasil melewati persalinannya; dalam bentuk apa pun, let her be. Bukan berarti merasa lebih hebat dari yang lain juga.
Semuanya tetap butuh perjuangan, tenaga, mental, dan keberanian seorang ibu," tulis Alyssa Daguise di Threads Instagram, Kamis (14/5).


Melahirkan secara normal atau pervaginam memang merupakan proses alami yang umumnya aman. Namun, seperti prosedur medis lainnya, persalinan normal tetap memiliki risiko komplikasi yang dapat terjadi pada ibu maupun bayi, terutama jika proses persalinan berlangsung sulit atau terlalu lama.

Risiko Persalinan Normal (Pravaginam) pada Ibu

Robekan Perineum

Area antara vagina dan anus dapat mengalami peregangan ekstrem saat bayi keluar. Kondisi ini bisa menyebabkan robekan ringan hingga berat. Pada kasus tertentu, robekan dapat mencapai otot anus dan membutuhkan penanganan khusus.

Episiotomi

Dokter atau bidan terkadang melakukan sayatan pada perineum untuk membantu memperlebar jalan lahir. Meski bertujuan mempermudah persalinan, episiotomi dapat menimbulkan nyeri, infeksi, atau rasa tidak nyaman selama masa pemulihan.

Perdarahan Pascapersalinan

Perdarahan hebat dapat terjadi apabila rahim tidak berkontraksi dengan baik setelah plasenta keluar atau karena adanya robekan jalan lahir. Kondisi ini termasuk komplikasi serius yang memerlukan penanganan cepat.

Inkontinensia Urine atau Feses

Otot dasar panggul yang melemah akibat proses mengejan dapat menyebabkan ibu kesulitan menahan buang air kecil atau besar. Risiko ini lebih tinggi pada persalinan lama atau bayi berukuran besar.

Infeksi

Luka jahitan pada area vagina atau perineum dapat mengalami infeksi jika kebersihan tidak dijaga dengan baik. Gejalanya bisa berupa nyeri hebat, demam, hingga keluarnya cairan berbau.

Risiko Persalinan Normal (Pravaginam) pada Bayi

Kekurangan Oksigen atau Asfiksia

Proses persalinan yang terlalu lama dapat menyebabkan bayi mengalami kekurangan oksigen. Kondisi ini perlu ditangani segera karena dapat memengaruhi kesehatan bayi.

Trauma Persalinan

Tekanan saat melewati jalan lahir bisa menyebabkan memar, bengkak pada kepala, atau cedera ringan lainnya pada bayi. Sebagian besar kondisi ini bersifat sementara dan dapat pulih sendiri.

Faktor yang Bisa Meningkatkan Risiko

Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan komplikasi saat persalinan normal antara lain:

  • Bayi berukuran besar
  • Proses persalinan terlalu lama
  • Posisi bayi tidak ideal
  • Teknik mengejan kurang tepat
  • Riwayat robekan perineum sebelumnya
  • Kondisi kesehatan ibu tertentu
  • Kapan Harus Segera ke Dokter?

Setelah melahirkan, ibu perlu segera mencari pertolongan medis apabila mengalami:

  • Perdarahan sangat banyak
  • Demam tinggi
  • Nyeri hebat yang tidak membaik
  • Luka jahitan bernanah atau berbau
  • Sulit buang air kecil atau besar
  • Pusing berat atau sesak napas

Meski memiliki sejumlah risiko, persalinan normal tetap menjadi pilihan aman bagi banyak ibu. Tim medis biasanya akan melakukan berbagai upaya pencegahan untuk meminimalkan komplikasi, seperti memantau kondisi janin, membantu teknik mengejan yang benar, hingga melakukan tindakan medis bila diperlukan.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi