Jakarta, CNN Indonesia --
Militer Israel dikabarkan mulai menggunakan amunisi lawas untuk melawan Iran, di tengah laporan mahalnya biaya perang sejak pecah pada 28 Februari lalu.
Lembaga siaran publik Israel, KAN, pada Minggu (22/3) melaporkan bahwa militer Negeri Zionis saat ini beralih menggunakan amunisi non-presisi yang telah disimpan selama sekitar setengah abad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut KAN, langkah ini diambil guna menghemat pengeluaran perang dan mengosongkan ruang penyimpanan senjata. Kementerian Pertahanan Israel sejauh ini belum memberikan komentar.
Dilansir dari Anadolu Agency, laporan ini mencuat saat masyarakat Israel was-was akan potensi kerugian finansial dan material imbas perang Amerika Serikat-Israel vs Iran.
Surat kabar Israel Haaretz sebelumnya melaporkan biaya yang dikeluarkan militer dalam 20 hari pertama perang mencapai sekitar US$6,4 miliar (sekitar Rp108,8 triliun).
Pemerintah Israel tak lama kemudian mengumumkan pihaknya mengalokasikan US$8225 juta (sekitar Rp14 triliun) untuk membeli perlengkapan keamanan mendesak di tengah laporan bahwa Israel mulai kehabisan rudal pencegat.
Terpisah, Angkatan Darat Israel juga dilaporkan sedang bersiap meminta tambahan anggaran dari parlemen di luar total anggaran perang sebesar US$12,5 miliar (sekitar Rp212,5 triliun).
Perang AS-Israel vs Iran yang pecah sejak 28 Februari telah memanas dan meluas ke negara-negara Arab. Target serangan tak cuma pangkalan militer, tetapi juga fasilitas energi, termasuk milik negara-negara Teluk.
Sejumlah pengamat menilai Iran tengah menggunakan strategi atrisi, yaitu menguras ekonomi lawannya.
Fokus perang ini yakni perang berlarut-larut yang dirancang untuk menimbulkan biaya ekonomi dan psikologis yang tinggi tanpa harus terlibat dalam perang konvensional terbuka secara langsung. Strategi ini melibatkan proksi Iran dan taktik asimetris.
(blq/dna)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
2

















































