Sejumlah Produk Smartphone Tak Alami Kenaikkan Harga di Saat Terjadi Perang dan Kelangkaan Memori

7 hours ago 2

Selular.ID – Meski terdampak kelangkaan memori atau NAND Flash, namun sejumlah produk tidak mengalami harga.

Dari pantauan Selular di sejumlah ofisial resmi vendor, beberapa produk tidak mengalami kenaikan harga.

Samsung misalnya, tidak menaikan harga Samsung Galaxy A07 5G dengan RAM 6GB dan ROM 128 GB dengan Rp 2.799.000.

Selain itu, Tecno juga tidak naikkan harga sejumlah produk smartphone mereka di Indonesia.

Penyesuaian harga kali ini hanya terjadi pada beberapa model tertentu, terutama di segmen entry-level dan kelas menengah.

Berdasarkan informasi dari Anthoni Roderick, PR Manager Tecno Mobile Indonesia, kenaikan harga terjadi pada beberapa perangkat Tecno entry level saja.

“Untuk April, kita ada kenaikkan harga SRP (suggested retail price),” ujar pria yang akrab disapa Erick itu.

Untuk lini entry-level, Tecno Spark Go 3 varian 4 GB/64 GB kini dibanderol Rp 1.499.000, naik dari sebelumnya Rp 1.399.000.

Sementara pada lini Tecno Pova 7 5G, varian 8 GB/128 GB mengalami kenaikan menjadi Rp 3.199.000 dari Rp 2.999.000.

Adapun varian 8 GB/256 GB kini dijual Rp 3.299.000, naik dari sebelumnya Rp 3.199.000.

Harga Tecno Camon 50 Tidak Naik

Berbeda dengan lini lainnya, seri Tecno Camon 50 dipastikan tidak mengalami perubahan harga pada periode ini.

Artinya, harga seluruh varian Camon 50 Series masih tetap sama seperti sebelumnya tanpa ada penyesuaian.

Erick juga menegaskan bahwa kenaikan harga SRP di atas berlaku untuk penjualan offline saja.

Baca juga:

Sementara pantauan Selular di sejumlah marketplace resmi Tecno Mobile, beberapa seri ponsel yang tidak disebut di atas juga mengalami kenaikan.

“Karena ada perbedaan harga dengan (penjualan) online, jadi yang online lebih mahal sedikit,” ujarnya.

Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut, harga dibandingkan dengan saat peluncuran masing-masing:

  • CAMON 50 8GB/128GB: Rp3.799.000, naik dari Rp 3.599.000.
  • SPARK 40 6GB/128GB: Rp2.199.000, naik dari 1,8 juta.
  • POVA 7 5G 8GB/256GB: Rp3.499.000, naik dari Rp 3,2 juta.

Tren penyesuaian harga tetap berlanjut Penyesuaian harga ini menambah daftar merek ponsel yang melakukan revisi harga di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, meski skalanya tidak merata di semua produk.

Meski tidak dijelaskan secara resmi oleh pihak Tecno, perubahan harga ponsel umumnya dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti fluktuasi nilai tukar, biaya komponen, hingga strategi pasar di masing-masing segmen.

Dengan kenaikan terbatas ini, konsumen di Indonesia perlu memperhatikan pergerakan harga terbaru sebelum membeli, terutama pada model yang mengalami penyesuaian di awal April 2026.

Vendor HP Kompak Naikkan Harga

Seperti Selular beritakan sebelumnya, vendor smartphone mulai kompak naikkan harga produk handphone mereka di awal tahun 2026.

Tidak hanya secara global, harga smartphone di pasar Indonesia juga mengalami kenaikkan.

Dari pantuan Selular, di awal bulan April 2026 ini, sejumlah vendor smartphone di Indonesia sudah kompak menaikkan harga produk handphone (hp) mereka.

Kenaikan harga produk smartphone ini terjadi di berbagai segmen, mulai dari entry-level hingga kelas menengah.

Dua vendor handphone (hp) terbesar di Indonesia Xiaomi dan Samsung tidak ketinggalan untuk menaikkan harga produk smartphone mereka.

Xiaomi maupun Samsung terlihat kompak menaikkan harga mulai dari kelas entry level mereka seperti serie A hingga kelas flagship.

Saat Selular memantau harga dari ofisial resmi vendor, kenaikan harga bervariasi, mulai dari Rp 100.000 hingga lebih dari Rp 1 juta, tergantung model dan spesifikasinya.

Contoh saja, Samsung Galaxy A07 dengan RAM 4GB dan ROM 64 GB yang saat rilis harganya Rp1,399 juta, kini menjadi Rp 1,599 juta.

Xiaomi juga menaikkan harga untuk Redmi A5 RAM 4GB dan ROM 128 GB, dari Rp1,4 juta menjadi Rp1,6 juta.

Salah satu penyebab Utama naiknya harga ini adalah lonjakan harga komponen memori seperti DRAM dan NAND Flash yang digunakan di hampir semua perangkat smartphone.

Laporan terbaru dari Counterpoint Research menunjukkan bahwa harga memori mobile mengalami kenaikan tajam pada kuartal pertama 2026.

Harga DRAM meningkat lebih dari 50% secara kuartalan (QoQ), sementara NAND Flash melonjak lebih dari 90% QoQ.

Lonjakan ini mendorong perubahan signifikan dalam struktur biaya produksi smartphone atau Bill of Materials (BOM).

Analisis Counterpoint Research melalui perhitungan BoM (Bill of Materials) atau biaya produksi komponen dan bahan serta proses Teardown Service menunjukkan bahwa kenaikan harga memori kini menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan biaya produksi smartphone.

Dampaknya terasa di seluruh segmen perangkat, mulai dari smartphone entry-level hingga flagship.

Namun, tekanan paling besar terjadi pada perangkat kelas bawah.

Pada smartphone entry-level dengan harga grosir di bawah US$200, konfigurasi memori umum seperti 6GB LPDDR4X dan 128GB eMMC diperkirakan dapat meningkatkan total biaya BOM hingga 25% secara kuartalan pada Q1 2026.

Dalam kondisi tersebut, komponen memori bahkan dapat menyumbang hingga 43% dari total biaya produksi perangkat.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi