Dokter Tifa
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, pegiat media sosial sekaligus dokter, Tifauzia Tyassuma, mengaku memilih menarik diri sejenak dari berbagai aktivitas publik untuk lebih fokus pada ibadah.
Namun di tengah suasana tersebut, Dokter Tifa tetap mencermati perkembangan isu yang menyeret nama Rismon Hasiholan Sianipar, khususnya terkait langkah pengajuan restorative justice kepada Joko Widodo di Solo. Terlebih, dia sempat diisukan akan melakukan langkah serupa.
“Saya mencermatinya dari jarak yang tenang. Terus terang, saya menyesalkan langkah tersebut,” ujar Dokter Tifa dalam keterangan di akun media sosialnya, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, keputusan Rismon dinilai tidak sejalan dengan sikap yang selama ini dikenal publik. Ia menegaskan dirinya tidak berada pada posisi yang sama dan memastikan tidak akan menempuh langkah serupa.
“Saya tidak akan memilih jalan seperti itu,” tegasnya.
Dokter Tifa juga menyinggung bahwa tekanan yang dihadapi seseorang dalam situasi tertentu tidak selalu tampak di permukaan. Ia menyebut tekanan tersebut bisa hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari ancaman hingga bujukan halus yang perlahan memengaruhi keberanian dan cara berpikir seseorang.
Ia turut menyoroti berbagai isu yang beredar terkait Rismon, termasuk polemik ijazah dan persoalan pribadi lainnya, yang menurutnya bukan beban ringan untuk dihadapi.
“Saya memahami tidak semua orang mampu memikul beban seperti itu sendirian,” katanya.
Meski demikian, Dokter Tifa mengaku mengenal Rismon sebagai sosok yang berani, blak-blakan, dan memiliki kemampuan analisis yang kuat. Karena itu, ia menilai langkah yang diambil saat ini terasa tidak mencerminkan karakter yang selama ini dikenal.


















































