Setelah Hattrick Juara Liga Indonesia, Mau Apa Lagi Persib?

19 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Musim lalu tak lolos grup, musim ini 16 besar, musim depan perempat final. Begitu seharusnya Persib Bandung di Liga Champions Asia Two.

Tiga kali juara kompetisi kasta tertinggi memang prestisius, tetapi berjaya di pentas Asia lebih supremasif. Hanya puas di pentas domestik bukan levelnya Maung Bandung lagi.

Seperti umumnya klub-klub juara di belahan dunia lainnya, main garang di pentas benua adalah tujuan. Persib pun, setalah hattrick juara liga, sepantasnya mematok target ke sana. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bisakah Persib tampil impresif di Liga Champions Asia Two 2026/2027? Tentu saja bisa. Persipura pernah mencapai semifinal AFC Cup 2014, nama lain Liga Champions Asia Two.

Namun, harus diakui, belum makomnya klub-klub Indonesia main di Liga Champions Asia Elite. Kalau Persib bisa mengulang pencapaian Persipura atau melampauinya, naik kelas baru pas.

Bojan Hodak sekiranya pula berpikir serupa. Pria asal Kroasia ini sudah sepantasnya bertekad mengukir sejarah di pentas Asia. Kalau merasa tak bisa, ada kalanya mencukupkan diri.

Bagaimana caranya agar Persib bisa memenuhi ekspektasi tersebut? Yang pertama, tentu saja, jangan rombak skuad besar-besaran seperti musim sebelumnya. 

Hodak dan manajemen Persib niscaya lebih tahu posisi mana yang harus ditambal dan disulam. Lini depan; striker; ujung tombak; juru gedor, itu titik lemah Persib musim ini.

Artinya pula mendatangkan striker kaliber jadi tugas utama Persib usai juara Super League 2025/2026. Soal apakah mencari striker asing baru atau lama, itu hanya soal selera saja.

Yang pasti, tim berjulukan Maung Bandung ini harus mendatangkan striker tajam lagi. Pemain seperti David da Silva yang tajam dengan 30 gol semusim pada 2023/2024 perlu dicari lagi.

Kalau Persib bisa mendatangkan pemain seperti Layvin Kurzawa, yang masa emasnya sudah redup, menghadirkan pemain berkualitas tentu pula perkara sulit, meski tak semudah itu.

Baca sambungan analisis ini di halaman berikutnya >>> 

[Gambas:Video CNN]

Add as a preferred
source on Google

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi