Situs Peretas Terkait Iran Muncul Lagi Usai Disita AS, Tunjukkan Ketahanan Operasi Siber

12 hours ago 3

Selular.ID – Kelompok peretas yang diduga terkait pemerintah Iran kembali mengaktifkan situs mereka hanya sehari setelah domainnya disita oleh otoritas Amerika Serikat.

Hal ini, menyoroti ketahanan tinggi operasi siber yang didukung negara.

Departemen Kehakiman AS sebelumnya menyita empat domain yang terkait dengan “Handala Hack Team”, sebuah identitas publik yang disebut sebagai bagian dari operasi psikologis di bawah Kementerian Intelijen Iran.

Penyitaan dilakukan dengan dukungan Federal Bureau of Investigation sebagai respons atas dugaan keterlibatan kelompok tersebut dalam serangan siber terhadap perusahaan teknologi medis asal AS.

Namun, tak butuh waktu lama, situs tersebut kembali online. Dalam pernyataannya, kelompok Handala menyebut tindakan penyitaan sebagai “upaya putus asa Amerika Serikat dan sekutunya untuk membungkam suara mereka.”

Kasus ini memperlihatkan pola yang kerap terjadi dalam lanskap keamanan siber global: penindakan terhadap infrastruktur digital tidak selalu mampu menghentikan aktivitas aktor ancaman.

Baca juga:

Menurut analis dari lembaga think tank keamanan, kelompok yang terkait dengan Kementerian Intelijen Iran sudah terbiasa menghadapi pemblokiran—mulai dari penutupan akun media sosial hingga penyitaan domain—tanpa dampak signifikan terhadap operasional mereka.

Domain yang disita sebelumnya digunakan untuk mengklaim serangan siber pada 11 Maret 2026 terhadap Stryker, perusahaan teknologi medis multinasional berbasis di Michigan.

Dalam dokumen pengadilan yang diajukan FBI, terdapat indikasi kuat bahwa kelompok tersebut terlibat dalam serangan malware destruktif terhadap sistem perusahaan.

Pihak Stryker dalam pernyataan resminya menyebut tengah memulihkan sistem yang mendukung layanan pelanggan, pemesanan, dan distribusi. Meski demikian, perusahaan memastikan bahwa produk mereka tetap aman dan tidak terdampak secara langsung.

Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa terdapat cukup bukti untuk mengaitkan operator “Handala” dengan konspirasi serangan siber tersebut.

Namun, kemunculan kembali situs mereka dalam waktu singkat menjadi bukti bahwa upaya penegakan hukum di ruang digital menghadapi tantangan besar, terutama ketika berhadapan dengan aktor yang memiliki dukungan negara.

Perkembangan ini kembali menegaskan bahwa konflik siber kini menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika geopolitik global.

Di satu sisi, negara berupaya menegakkan hukum dan melindungi infrastruktur penting.

Di sisi lain, kelompok peretas terus beradaptasi, bergerak cepat, dan memanfaatkan celah di ekosistem internet yang sulit dikendalikan sepenuhnya.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi