Jakarta -
Isu perceraian yang menimpa Sonny Septian dan Fairuz A Rafiq kini bukan sekadar gosip biasa.
Penyebaran hoaks yang beredar di media sosial dinilai sudah melewati batas, bahkan menyeret nama anak mereka, King Faaz.
Lewat kuasa hukum mereka, Minola Sebayang, pihak keluarga menyampaikan kekecewaan mendalam atas konten manipulatif yang beredar luas.
Dalam narasi hoaks tersebut, nama King Faaz dicatut seolah-olah memberikan pernyataan emosional terkait perceraian orang tuanya.
"Ini sungguh artinya kejam ya. King Faaz dikatakan sudah siap dan ikhlas jika harus kehilangan sosok ayah untuk kedua kalinya. Jadi dicatut nama anaknya! Jadi ini memang luar biasa sekali ini ya," tegas Minola Sebayang di Detik, Jumat (17/4).
Keluarga menjelaskan bahwa konten yang beredar merupakan hasil editan dari video lama yang tidak ada kaitannya dengan isu rumah tangga.
Potongan gambar King Faaz dimanfaatkan untuk membangun narasi seolah-olah anak tersebut berbicara tentang perpisahan orang tuanya.
"Di sini juga ada komentar, King Faaz mengatakan sudah siap dan ikhlas jika harus kehilangan sosok ayah untuk kedua kalinya," ujar Minola.
Kondisi ini membuat pihak keluarga merasa sangat dirugikan, terutama karena anak di bawah umur ikut dijadikan bahan konten.
Bagi Sonny Septian dan Fairuz A Rafiq, persoalan ini bukan hanya soal klarifikasi publik. Ada kekhawatiran besar terkait dampak jangka panjang terhadap anak-anak mereka.
Jejak digital yang terus beredar dikhawatirkan bisa memengaruhi kondisi mental, terutama saat anak-anak mereka berinteraksi di lingkungan sekolah maupun pergaulan.
Selain itu, keluarga juga mempertimbangkan kondisi orang tua Fairuz yang sudah lanjut usia dan sedang kurang sehat. Informasi yang tidak benar berpotensi menimbulkan kecemasan yang tidak perlu.
"Ada orang tua juga yang lagi dalam keadaan kurang sehat yang sudah cukup sepuh. Mungkin kalau dia tidak dijelaskan secara lugas jelas seperti ini, bisa saja dia beranggapan bahwa hal ini terjadi, tapi anaknya menutup-nutupi," pungkas Minola.
Kasus ini jadi pengingat bahwa hoaks tidak sekadar informasi yang salah, tapi bisa berdampak nyata, terutama ketika melibatkan keluarga dan anak-anak.
Bagi Sonny Septian dan Fairuz A Rafiq, batas itu sudah jelas terlewati. Dan kali ini, mereka memilih bersuara demi melindungi yang paling penting, yakni keluarga.
(ikh/and)
Loading ...

3 hours ago
2






































