Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menyoroti ancaman cuaca ekstrem di Arab Saudi jelang puncak ibadah haji 2026.
Ia pun mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pembimbing jemaah agar menghentikan aktivitas wisata luar ruang (city tour) yang berpotensi menguras fisik jemaah haji menjelang puncak ibadah wukuf di Arafah.
Menjelang puncak haji, suhu udara di Arab Saudi dilaporkan melonjak drastis, meningkatkan risiko kelelahan akut hingga serangan panas atau heatstroke bagi para jemaah, khususnya yang masuk kategori lanjut usia (lansia).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini cuaca panas sekali, mencapai 48 derajat. Jelang puncak haji, tentu kita mengimbau supaya jemaah haji kita-saya berharap-banyak beristirahat, banyak berkegiatan yang tidak berat-berat, supaya di puncak haji semuanya fit dan sehat. Fokus kita di situ," kata Dahnil saat memberikan keterangan pers di Jeddah, Senin (18/5).
Tegur manuver wisata berlebihan
Lebih lanjut Dahnil menaruh atensi khusus terhadap pola bimbingan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang dinilai kerap membawa jemaah berkeliling melakukan ziarah tambahan sebelum masa wukuf.
Ia menegaskan, jajaran Kementerian Haji tidak akan segan menindak regulasi bimbingan yang membahayakan kesehatan jemaah.
Dahnil menginstruksikan tim pengawas haji untuk memperketat kontrol di lapangan agar stamina jemaah tidak kedodoran sebelum pelaksanaan inti ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"Oleh sebab itu, tim dari Kementerian Haji akan memastikan KBIH tidak melakukan manuver-manuver yang berlebihan, kegiatan-kegiatan city tour. Pastikan kegiatan-kegiatan ringan saja, persiapkan supaya nanti di puncak haji pada tanggal 26, 27, dan seterusnya itu tetap sehat dan tetap prima," ujar Dahnil.
Kedatangan Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dipastikan menjadi pembuka dari rangkaian pengawalan delegasi negara. Pengawasan tingkat tinggi ini akan diperkuat oleh kedatangan dua tim Amirul Hajj lanjutan dalam waktu dekat.
Tim Amirul Hajj kedua, yang mengusung nama Tim KH Ahmad Dahlan, dijadwalkan tiba di Bandara Jeddah pada Selasa (19/5). Rombongan gelombang kedua ini akan dipimpin langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mohammad Irfan Yusuf.
Selanjutnya, gelombang terakhir yakni Tim Amirul Hajj ketiga (Tim HOS Cokroaminoto) akan menyusul ke Tanah Suci di bawah komando Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.
Ketiga tim delegasi resmi bentukan pemerintah ini akan saling terintegrasi guna menyisir seluruh lini pelayanan katering, transportasi, hingga akomodasi. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi tawar diplomasi dengan otoritas Arab Saudi demi memastikan operasional haji berjalan aman, tertib, dan ramah jemaah.
Kehadiran tim pimpinan tinggi ini menandai dimulainya rangkaian pengawalan ketat dan pengawasan intensif terhadap seluruh lini pelayanan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 1447 H / 2026 M.
Selama berada di Arab Saudi, Tim KH Hasyim Asy'ari dijadwalkan melakoni sejumlah agenda strategis. Fokus utamanya adalah menjalankan diplomasi haji dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, sekaligus melakukan pengendalian, pemantauan, dan evaluasi berkala secara langsung terhadap fasilitas serta penyerapan layanan bagi jemaah haji Indonesia di lapangan.
(luk/dal)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
1
















































