Selular.id – PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel (TSEL) menyiapkan strategi ekspansi agresif melalui lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz guna memperkuat jaringan 5G nasional.
Langkah ini dianggap mampu meningkatkan kapasitas layanan di 107 kota yang telah terjangkau 5G.
Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna menyatakan, tambahan spektrum dinilai krusial untuk menjawab lonjakan kebutuhan data dan adopsi teknologi digital.
Dengan frekuensi baru, perusahaan dapat menghadirkan konektivitas berkecepatan tinggi dan latensi rendah untuk mendukung berbagai use case, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
“Jadi sebelum ke sana mungkin saya sedikit bercerita bahwa teknologi 5G, AI itu kan enablers ya. Yang paling penting bagaimana teknologi itu berdampak buat masyarakat, jadi yang relevan buat masyarakat,” ujarnya, Selasa (29/4/2026).
Di sisi lain, jaringan 5G Telkomsel sudah hadir di 107 kota dan kabupaten dengan tingkat pemanfaatan yang beragam.
Kota besar menjadi pusat layanan utama, sementara wilayah lain masih dalam tahap pengembangan awal.
“Ekspansi 5G dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan ekosistem. Penetrasi perangkat 5G di Indonesia saat ini telah mencapai sekitar 20% di sejumlah wilayah, sehingga membuka peluang pertumbuhan yang lebih luas,” lanjut Indra.
Baca juga:
Ericsson Soroti Percepatan 5G untuk Daya Saing Digital Indonesia
Telkomsel Ajak Pelanggan Aksi Lingkungan di Hari Bumi 2026
Selain spektrum, penguatan infrastruktur fiber optik menjadi tantangan utama.
Telkomsel menargetkan pengembangan menuju era konektivitas gigabit untuk mendukung kebutuhan AI yang membutuhkan kecepatan tinggi dan latensi rendah.
Di sisi operasional, perusahaan pelat merah itu memastikan keamanan dan ketahanan jaringan melalui sistem berlapis.
Infrastruktur dibangun dengan redundansi, geo-redundansi, serta dukungan triple backup untuk menjaga keandalan layanan.
“Dari sisi infrastruktur, kami memastikan setiap deployment atau instalasi memiliki sistem redundansi. Tidak hanya di satu lokasi, tetapi juga dilengkapi dengan geo-redundansi,” tegas Indra.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) telah membuka lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz pada 23 April 2026.
Adapun saat ini proses lelang baru memasuki tahap pengambilan dokumen seleksi hingga 7 Mei 2026.



















































