Terungkap! Studi Ini Sebut Laki-laki Lebih Cepat Meninggal

10 hours ago 5

CNN Indonesia

Minggu, 05 Apr 2026 10:40 WIB

Laki-laki punya risiko kematian lebih tinggi dari perempuan. Faktor biologis hingga gaya hidup jadi penyebabnya. Ilustrasi. Sebuah penelitian menunjukan bahwa laki-laki lebih cepat meninggal daripada perempuan. (iStockphoto/FotoDuets)

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggapan bahwa laki-laki cenderung lebih cepat meninggal dibanding perempuan mungkin sudah sering terdengar. Obrolan santai, candaan keluarga, hingga komentar di media sosial kerap menyinggung hal ini.

Namun, anggapan tersebut bukan sekadar mitos. Sejumlah penelitian menunjukkan laki-laki memang memiliki risiko kematian lebih tinggi dibanding perempuan.

Salah satunya berasal dari studi berjudul Sex and All-Cause Mortality in the US yang mengamati data selama hampir 20 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam penelitian tersebut, laki-laki tercatat memiliki risiko kematian 63 persen lebih tinggi dibanding perempuan. Perbedaan paling mencolok terlihat pada kematian akibat penyakit jantung.

Risiko kematian laki-laki karena penyakit ini bahkan hampir dua kali lipat lebih tinggi. Dari puluhan ribu partisipan yang diamati, angka kematian laki-laki juga konsisten lebih tinggi. Artinya, ini bukan sekadar kebetulan, melainkan pola yang berulang.

Bukan cuma gaya hidup, ada faktor biologis

Selama ini, banyak yang menyimpulkan perbedaan tersebut hanya disebabkan oleh gaya hidup. Misalnya, laki-laki lebih sering merokok, jarang memeriksakan kesehatan, atau memiliki pola makan yang kurang terjaga.

Faktor-faktor tersebut memang berpengaruh, tetapi bukan satu-satunya penjelasan. Pasalnya, dalam penelitian itu juga disebutkan adanya peran faktor biologis, seperti hormon, sistem imun, hingga perbedaan kromosom antara laki-laki dan perempuan.

Laki-laki memiliki kromosom XY, sedangkan perempuan XX. Perbedaan ini berpengaruh pada ketahanan tubuh. Kromosom Y pada laki-laki berukuran lebih kecil dan tidak dapat 'menggantikan' jika terjadi kerusakan pada kromosom X.

Sementara pada perempuan, jika satu kromosom X bermasalah, masih ada satu kromosom X lain yang dapat berfungsi sebagai cadangan. Kondisi ini membuat tubuh perempuan relatif lebih terlindungi dari beberapa risiko penyakit.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan sekitar 41 juta orang meninggal setiap tahun akibat penyakit tidak menular, seperti jantung, stroke, kanker, dan diabetes. Jumlah ini setara dengan sekitar 70 persen dari total kematian dunia.

Kematian akibat penyakit-penyakit tersebut lebih banyak terjadi pada laki-laki.

Di Indonesia, polanya juga serupa. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat kematian laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan di semua kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Sementara itu, data Kementerian Kesehatan mencatat penyakit tidak menular menjadi penyebab utama kematian pada laki-laki, dengan prevalensi hipertensi sebesar 9,5 persen, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) 3,7 persen, dan diabetes 2,1 persen.

Jika dibandingkan dengan masa lalu, penyebab kematian kini telah bergeser. Dahulu, banyak orang meninggal akibat infeksi. Kini, penyakit kronis seperti jantung, stroke, diabetes, dan penyakit paru menjadi penyebab utama. Dalam kondisi ini, laki-laki cenderung lebih rentan.

Meski ada faktor biologis yang tidak dapat diubah, risiko tersebut tetap bisa ditekan melalui perubahan gaya hidup. Mulai dari hal sederhana seperti rutin memeriksakan kesehatan, mengonsumsi makanan seimbang, aktif bergerak, hingga berhenti merokok dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang.

Perbedaan harapan hidup antara laki-laki dan perempuan memang nyata. Namun, ini bukan soal siapa yang lebih kuat atau lebih lemah. Lebih dari itu, kondisi ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan sejak dini, terutama bagi laki-laki bukan hal yang bisa ditunda.

Sebab, hidup lebih lama bukan hanya soal usia, tetapi juga kualitas hidup yang dijalani.

(anm/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi