Thailand Rayu Turis dengan Tiket Gratis Domestik dan Diskon Besar

2 hours ago 1

CNN Indonesia

Jumat, 20 Mar 2026 10:50 WIB

Thailand siapkan tiket gratis domestik dan potongan pajak bahan bakar demi menahan dampak krisis global pada sektor pariwisata. Ilustrasi. Dongkrak wisata, Thailand rayu turis dengan tiket gratis domestik. (AFP)

Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah ketidakpastian global yang memicu lonjakan harga energi, Thailand bergerak cepat. Pemerintah bersama pelaku industri pariwisata dan penerbangan merancang sejumlah strategi untuk menjaga daya tarik wisata, mulai dari pemangkasan pajak bahan bakar hingga tiket pesawat domestik gratis bagi turis asing.

Langkah ini muncul setelah maskapai yang tergabung dalam Airlines Association of Thailand (AAT) menyoroti meningkatnya biaya operasional akibat fluktuasi harga minyak dunia. Kondisi tersebut dipicu ketegangan geopolitik di sejumlah wilayah, termasuk Timur Tengah, yang berdampak langsung pada industri penerbangan.

Presiden AAT, Puttipong Prasarttong-Osoth, menyebut industri penerbangan membutuhkan "napas tambahan" dalam jangka pendek. Salah satu usulan utamanya adalah pemangkasan sementara pajak bahan bakar untuk penerbangan domestik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga harga tiket tetap terjangkau. Sebab, perjalanan domestik berperan besar dalam mendistribusikan pendapatan pariwisata ke berbagai daerah di Thailand.

Tak hanya itu, maskapai juga bersiap menyambut lonjakan wisata saat festival Songkran 2026. Mereka berencana menambah jumlah penerbangan sekaligus memangkas harga tiket hingga 30 persen melalui program khusus.

Tiket gratis untuk turis asing

Dari sisi promosi, Tourism Authority of Thailand (TAT) tengah menyiapkan kebijakan yang cukup menarik, yakni turis asing yang membeli tiket internasional ke Thailand akan mendapatkan tiket domestik pulang-pergi secara gratis.

Program ini sebenarnya bukan ide baru, namun sempat tertunda dan kini kembali dihidupkan untuk meningkatkan mobilitas wisatawan ke kota-kota sekunder.

Selain itu, TAT juga akan menggunakan sisa anggaran promosi "Thailand Summer Blast" untuk mendukung maskapai membuka rute tambahan, baik ke kota utama maupun destinasi alternatif.

Melansir The Nation, seiring menurunnya jumlah wisatawan jarak jauh dari Eropa dan Amerika Serikat, bahkan disebut turun hingga 30 persen, Thailand kini mengalihkan fokus ke pasar jarak dekat.

Negara-negara seperti China, Korea Selatan, Jepang, India, Malaysia, Indonesia, hingga Singapura menjadi target utama.

Menurut pelaku industri, pasar China tetap menjadi harapan terbesar. Selain jumlah wisatawan yang besar, strategi promosi dua arah, mendorong warga Thailand dan China saling berkunjung dinilai mampu menciptakan keseimbangan dan mengurangi risiko ketergantungan pada satu arah perjalanan.

Di sektor perhotelan, kondisi masih relatif stabil. Thai Hotels Association mencatat pemesanan kamar baru masih lebih tinggi dibanding pembatalan, terutama di segmen hotel mewah.

Namun, pelaku industri tetap mewaspadai tren penurunan wisatawan dari kawasan tertentu. Oleh karena itu, berbagai stimulus seperti subsidi penerbangan charter dan program wisata domestik berbasis subsidi bersama (co-payment) kembali didorong.

Bagi wisatawan, strategi ini bisa menjadi kabar baik, pasalnya liburan ke Thailand berpotensi menjadi lebih terjangkau, sekaligus menawarkan lebih banyak pilihan destinasi.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi