Tim MotoGP Terancam Kena Imbas Serangan AS-Israel ke Iran

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Jurnalis MotoGP Simon Patterson menyebut sebagian besar tim MotoGP akan terkendala penerbangan dari Thailand ke Doha, Qatar pada Minggu (1/3) dan Senin (2/3) malam menyusul penutupan wilayah udara Qatar imbas serangan AS-Israel ke Iran.

Israel bersama sekutunya, Amerika Serikat, meluncurkan serangan besar-besaran ke Iran sejak Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.

Imbas serangan tersebut, ratusan orang tewas dan lebih dari ratusan jiwa mengalami luka-luka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka yang juga dilaporkan tewas termasuk Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami dan Komandan Angkatan Bersenjata Korps Iran (IRGC) Mohammed Pakpour.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga meyakini pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan kedua negara itu.

Anak perempuan, menantu, hingga cucu Khamenei turut dilaporkan tewas dalam serangan AS-Israel.

Meski sudah memporak-porandakan Iran, AS dan Israel menyatakan akan terus melakukan serangan besar-besaran ke negara Timur Tengah ini hingga rezim berganti.

Pemerintahan Trump dan Netanyahu disebut menargetkan 30 pemimpin Iran termasuk presiden dan kepala militer.

Akibat situasi ini penerbangan Qatar Airways menangguhkan sementara penerbangan mereka karena penutupan wilayah udara Qatar.

Penutupan operasional penerbangan ke Doha hingga sementara waktu ini diprediksi bakal mengganggu kepulangan tim paddock MotoGP dari Thailand ke Doha pada Minggu (1/3) hingga Senin (2/3) malam.

"Maskapai pilihan MotoGP adalah Qatar. Sebagian besar tim paddock dijadwalkan akan berada di penerbangan Bangkok ke Doha besok malam," ujar jurnalis MotoGP Simon Patterson di akun X Pribadinya.

[Gambas:Twitter]

Sebelumnya sejumlah atlet dan tim olahraga yang melakukan penerbangan ke Doha juga terkena dampak akibat serangan AS-Israel ke Iran mulai dari dunia tinju, tenis, hingga Formula 1 (F1).

Dikutip dari laporan Mail yang dilansir Express, ratusan personel tim F1 mengalami pembatalan penerbangan jelang F1 GP Australia di Melbourne.

Musim baru Formula 1 2026 akan dimulai di Sirkuit Melbourne pada Minggu (8/3) mendatang. Namun, sekitar 2.000 staf tim dan organisasi terpaksa mengubah rute mereka setelah Doha dan Dubai yang merupakan pusat transit utama bagi maskapai Qatar dan Emirates ditutup pada Sabtu (28/2).

Akibat penutupan bandara, tim, staf, pendukung dan lainnya mengalihkan penerbangan mereka melalui Hong Kong dan Singapura. Sementara sebagian lainnya ada yang mengambil penerbangan langsung ke Perth dan Qantas.

[Gambas:Video CNN]

(rhr/rhr/abs)

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi