Timnas Esports Indonesia Pakai Sport Science, Bidik Prestasi Dunia

8 hours ago 4

Selular.ID – Timnas Esports Indonesia kini tidak hanya mengandalkan kemampuan mekanik, strategi permainan, dan kekompakan tim untuk memburu prestasi internasional.

Pendekatan sport science menjadi salah satu senjata penting dalam program Pelatnas Timnas Esports Indonesia menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 hingga Global Esports Games Los Angeles 2026.

Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) menyiapkan program Pelatnas secara intensif, modern, dan terukur.

Persiapan tersebut mendapat dukungan PT Hisamitsu Pharma Indonesia melalui Salonpas dengan mengusung semangat “We Got Your Back!”.

Baca juga:

Menariknya, pola pembinaan Timnas Esports Indonesia semakin menyerupai olahraga prestasi konvensional.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Atlet tidak cukup hanya jago memainkan gim, tetapi juga dituntut memiliki kesiapan fisik dan mental untuk menghadapi latihan serta pertandingan berintensitas tinggi.

Sport Science Jadi Senjata Timnas Esports Indonesia

PB ESI menjadikan sport science sebagai pendekatan strategis dalam persiapan Timnas Esports Indonesia.

Pendekatan ini tidak hanya mengukur kemampuan teknis dan strategi permainan, tetapi mencakup kondisi fisik dan mental, nutrisi, pengelolaan beban latihan hingga analisis performa atlet.

Pendekatan tersebut penting karena atlet esports menghadapi tantangan yang berbeda dari gambaran umum bahwa pemain hanya duduk di depan layar.

Selama Pelatnas, atlet harus menjalani latihan teknis, fisik dan mental dengan intensitas tinggi.

Mobilitas, postur tubuh, daya tahan serta kondisi otot dan sendi ikut berpengaruh terhadap kemampuan atlet mempertahankan konsentrasi.

Tim Sport Science Timnas Esports Indonesia, Yudhi Esa Saputra, menjelaskan setiap kompetisi membutuhkan persiapan matang dan evaluasi secara berkelanjutan.

“Program latihan, evaluasi performa, serta pengelolaan kondisi fisik dan mental disusun secara terukur berdasarkan kebutuhan atlet dan target kompetisi,” ujar Yudhi.

Menurutnya, atlet juga menjalani latihan teknis, fisik dan mental berintensitas tinggi.

Karena itu, selain aspek psikologis, mobilitas, postur, daya tahan hingga kenyamanan otot dan sendi perlu dijaga agar atlet mampu menjalani latihan maupun pertandingan dan tetap berkonsentrasi optimal.

Esports Bukan Cuma Soal Jago Main Game

Penerapan sport science sekaligus menunjukkan perubahan besar dalam pembinaan esports Indonesia.

Dalam pertandingan level internasional, performa atlet dapat dipengaruhi banyak variabel.

Konsentrasi panjang, tekanan pertandingan, jadwal latihan, kondisi tubuh hingga kemampuan mempertahankan performa secara konsisten menjadi bagian yang harus diperhitungkan.

Itulah sebabnya data dan evaluasi menjadi penting. Tim pelatih dapat menyusun program berdasarkan kebutuhan masing-masing atlet dan karakter kompetisi, bukan sekadar menambah jam latihan.

Manajer Tim Nasional Esports Indonesia, Glorya Famiela Ralahalo, menegaskan PB ESI berkomitmen mempersiapkan atlet melalui pembinaan yang serius, modern dan terukur.

“Timnas Esports Indonesia membawa kehormatan, harapan bangsa dan negara,” kata Glorya.

Menurutnya, perjuangan memburu prestasi tidak dapat dibangun hanya oleh federasi, pelatih dan atlet.

Klub, keluarga, komunitas, industri, media hingga masyarakat juga menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung Timnas.

Asian Games 2026 Jadi Ujian Terdekat

Penerapan sport science Timnas Esports Indonesia akan menghadapi ujian besar dalam waktu dekat.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.

Setelah itu, Timnas menghadapi Global Esports Games Los Angeles 2026 pada 1–7 Desember 2026.

Program Pelatnas bahkan dipersiapkan berkelanjutan hingga Mei 2027 untuk menghadapi agenda kompetisi antarnegara berikutnya.

Salonpas menjadi sponsor utama rangkaian Pelatnas tersebut, mulai persiapan Asian Games dan Global Esports Games hingga menuju kompetisi internasional pada 2027.

Presiden Direktur PT Hisamitsu Pharma Indonesia, SATO, Ryo, menilai kesiapan fisik atlet esports sama pentingnya dengan atlet olahraga tradisional untuk mencapai performa terbaik.

Kolaborasi dengan PB ESI diharapkan ikut memperkuat ekosistem esports nasional.

Timnas Esports Indonesia Punya Modal Prestasi

Pendekatan ilmiah dalam Pelatnas menjadi semakin penting karena Indonesia sudah memiliki rekam jejak kuat di panggung esports internasional.

Di bawah pembinaan PB ESI, Timnas Esports Indonesia pernah menjadi juara umum IESF World Esports Championship Bali 2022 dan Riyadh 2024, juara umum cabang esports SEA Games Kamboja 2023, serta juara umum SEA Esports Nations Cup 2026 di Vietnam.

Tantangannya sekarang adalah menjaga konsistensi tersebut ketika level persaingan semakin tinggi.

Karena itu, penerapan sport science dapat menjadi bagian penting dari evolusi pembinaan esports nasional.

Timnas Esports Indonesia tidak lagi dipersiapkan sekadar untuk bermain bagus, tetapi dibentuk sebagai atlet berperforma tinggi dengan latihan teknis, fisik dan mental yang terukur.

PB ESI optimistis kesinambungan Pelatnas dan dukungan seluruh ekosistem dapat membantu Timnas tampil maksimal dalam berbagai kompetisi internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan esports dunia.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi