Jakarta, CNN Indonesia --
Kasus pemain naturalisasi membuat timnas Malaysia ikut terseret dalam pusaran ketidakpastian, namun Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sudah menyatakan kepastian.
Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul, menyatakan timnas Malaysia tetap akan bertanding dalam agenda terdekat yakni laga kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam pada akhir Maret 2026.
"Pertandingan harus tetap jalan. Ada kontrak dan sisi komersial yang tidak bisa dibatalkan kecuali ada faktor bencana alam," ujar Paul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baik Vietnam dan Malaysia punya kewajiban komersial yang harus dipenuhi. Pertandingan juga penting untuk ranking, pembatalan bukan kata yang baik dalam sepak bola," ucapnya melanjutkan dilansir dari The Star.
Laga Vietnam vs Malaysia terbilang 'panas' lantaran bakal menentukan juara Grup F sekaligus kesebelasan yang akan lolos ke Piala Asia 2027.
Selain itu ada pula bumbu balas dendam Vietnam yang kalah 0-4 dalam pertemuan pertama dengan Malaysia. Ketika itu Malaysia diperkuat tujuh pemain naturalisasi yang kemudian dinyatakan tidak sah.
Pekan lalu Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) baru saja mengeluarkan keputusan soal kasus dokumen palsu tujuh pemain naturalisasi.
CAS menolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait sanksi larangan bermain yang dijatuhkan kepada Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
CAS mengonfirmasi para pemain masih akan menjalani hukuman 12 bulan, namun mengubah sanksi yang sebelumnya dijatuhkan FIFA. Para pemain kini memungkinkan berlatih dan berpartisipasi dalam kegiatan terkait sepak bola dengan klub masing-masing.
Terkait tindak lanjut dari putusan CAS, Paul memastikan komite disiplin dan etika AFC telah mulai bekerja sembari menunggu respons FAM.
"Komite siap memutuskan hal ini. Kami berharap ada hasil dalam tujuh hingga sepuluh hari. Porses penuntutan awal sedang berlangsung. Kita harus memberi waktu kepada FAM, setelah itu komite akan bersidang dan mengambil keputusan berdasar respons tersebut dan bukti dari FIFA," kata Paul.
(nva/jal)

2 hours ago
1

















































