TNI AL dan Bea Cukai Gagalkan Pengiriman 3,9 Juta Rokok Ilegal

5 hours ago 1

Makassar, CNN Indonesia --

Personel TNI Angkatan Laut (AL) bersama Bea Cukai Makassar mengamankan sebuah kontainer berisi 3,9 juta batang rokok ilegal hendak keluar dari dermaga Pelabuhan Soekarno-Hatta ke salah satu gudang di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Kita berhasil melakukan penindakan terhadap satu unit kontainer berisi jutaan batang rokok ilegal tanpa pita cukai," kata Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda Andi Abdul Aziz dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aziz menjelaskan operasi ini bermula dari hasil pengamatan dan pengintaian intensif di wilayah Pelabuhan Makassar, pada Kamis (7/5). Petugas mencurigai pergerakan satu unit truk kontainer yang keluar dari dermaga menuju sebuah gudang jasa angkutan di Jalan Sarappo, Kecamatan Wajo, Makassar.

"Petugas mendeteksi anomali pada pengemudi truk yang berulangkali naik turun kendaraan di Pelabuhan Makassar sebelum menuju ke lokasi bongkar muat," ujarnya.

Saat dilakukan pemeriksaan, kata Aziz, sempat terjadi keributan antara petugas Bea Cukai dengan buruh bongkar muat, sehingga perangkat dokumentasi anggota Bea Cukai mengalami kerusakan.

"Namun, situasi berhasil dikendalikan oleh tim gabungan. Modus operandi yang digunakan adalah sistem kompartemen, di mana proses logistik antara sopir, pemilik barang, dan kurir dibuat terputus satu sama lain untuk memutus rantai informasi jika terjadi penindakan," katanya.

Aziz mengatakan petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa 244 karton rokok tanpa pita cukai dengan total 3,9 juta batang.

"Rokok ini nilainya mencapai Rp5,7 miliar dengan potensi kerugian negara mencapai Rp3,7 miliar," ujarnya.

Saat ini seluruh barang bukti telah diamankan di Mako Kodaeral VI untuk proses penyegelan dan penyelidikan lebih lanjut mengenai kepemilikan kendaraan serta jaringan distribusi rokok illegal tersebut.

"Kasus pemukulan terhadap personel Bea Cukai juga akan diproses secara hukum," katanya.

(fra/mir/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi