CNN Indonesia
Selasa, 14 Apr 2026 07:30 WIB
Ilustrasi. Anxiety bag sedang viral, isinya barang-barang yang bisa redakan kecemasan. (iStockphoto/Wongsakorn Napaeng)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tren anxiety bag di kalangan Gen Z kian ramai diperbincangkan di media sosial, seiring meningkatnya kesadaran anak muda terhadap kesehatan mental. Generasi ini tampak semakin akrab dengan rasa cemas, bahkan tidak sedikit yang mengalami serangan panik secara rutin di tengah aktivitas sehari-hari.
Berbagai survei menunjukkan tingkat kecemasan di kalangan usia muda memang terus meningkat. Dalam situasi ini, muncul cara sederhana namun praktis yang viral, yakni anxiety bag, tas kecil berisi alat bantu untuk menenangkan diri saat kecemasan datang tiba-tiba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Times of India, di tengah banyaknya metode seperti terapi bicara atau konsumsi obat, solusi instan tetap dibutuhkan, terutama saat serangan panik muncul mendadak di ruang publik atau lingkungan yang penuh stimulasi.
"Hal seperti mindfulness itu bagus, tapi kamu harus ingat untuk melakukannya. Saat berada di lingkungan yang penuh stimulasi, kamu belum tentu bisa mengingat teknik-teknik itu," ujar Dr. Kyra Bobinet, dokter dan ahli neuroscience.
Lantas, apa itu anxiety bag?
Anxiety bag, yang juga dikenal sebagai panic pouch atau calm-down kit, merupakan tas kecil berisi berbagai alat sederhana untuk membantu meredakan kecemasan. Tren ini semakin populer di kalangan Gen Z, terutama perempuan, karena sifatnya yang praktis dan bisa digunakan kapan saja.
Dalam sebuah survei terhadap hampir 1.000 orang usia 18-26 tahun, sebanyak 61 persen responden mengaku memiliki gangguan kecemasan yang terdiagnosis. Sementara itu, 43 persen lainnya mengalami serangan panik setidaknya sebulan sekali.
Di sinilah fungsi anxiety bag menjadi relevan. Menurut Bobinet, menyimpan alat bantu regulasi emosi dalam jangkauan saat stres tinggi merupakan langkah cerdas.
"Ini cara untuk mengalihkan dan menenangkan. Menciptakan sensasi lain agar kamu tidak sepenuhnya dikuasai oleh pikiran cemas," jelasnya.
Survei Gallup 2023 juga menunjukkan hampir setengah anak muda usia 12-26 tahun sering atau selalu merasa cemas, memperkuat fenomena tren anxiety bag gen z sebagai respons atas kebutuhan tersebut.
Isi anxiety bag yang umum digunakan
Setiap orang memiliki pemicu kecemasan yang berbeda, sehingga isi anxiety bag pun bisa bervariasi. Namun, ada beberapa item yang umum digunakan karena terbukti membantu secara sensorik.
Stefany Staples (24) misalnya, mulai mengalami kecemasan dengan gejala fisik seperti jantung berdebar hingga harus beberapa kali ke rumah sakit. Dalam anxiety bag-nya, ia membawa obat, minyak esensial lavender, dan permen asam.
"Ini membantu aku kembali 'grounded'. Benar-benar memutus siklus kecemasan di kepala," ujarnya.
Menurut psikolog klinis Jenny Martin, intervensi sensorik cepat seperti memegang es, mencium aroma kuat, atau mengisap permen dengan rasa tajam bisa membantu menghentikan lonjakan sistem saraf.
"Alat-alat ini bekerja dengan mengalihkan perhatian dari pikiran cemas ke tubuh dan momen saat ini," jelasnya.
Psikolog MaryEllen Eller menambahkan, isi tas sebaiknya disesuaikan dengan pemicu kecemasan masing-masing. Jika dipicu oleh overstimulasi, headphone peredam suara atau musik menenangkan bisa membantu.
Sementara itu, jika dipicu pikiran berulang seperti 'bagaimana jika', teknik grounding lebih efektif.
"Benda bertekstur seperti fidget juga bisa memberikan sensasi sentuhan yang kuat," katanya.
Ia juga menyarankan untuk mencoba berbagai metode saat kondisi tenang agar otak terbiasa mengasosiasikan benda-benda tersebut dengan rasa aman.
Meski dinilai efektif sebagai pertolongan pertama saat cemas, para ahli mengingatkan agar penggunaan anxiety bag tidak menimbulkan ketergantungan dalam jangka panjang.
Psikiater Vinay Saranga menegaskan bahwa alat ini sebaiknya hanya menjadi pendukung, bukan solusi utama.
"Ini ide yang bagus untuk membantu pasien. Namun dalam jangka panjang, tujuannya adalah mengurangi ketergantungan, bahkan belajar tanpa tas itu," ujarnya.
Tren anxiety bag gen z menunjukkan bagaimana generasi muda semakin sadar akan kesehatan mental dan berupaya menemukan cara-cara praktis untuk mengelolanya. Namun, keseimbangan tetap diperlukan agar solusi instan ini tidak menggantikan upaya jangka panjang dalam memahami dan mengatasi kecemasan secara menyeluruh.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
2














































