CNN Indonesia
Senin, 20 Apr 2026 15:00 WIB
Ilustrasi. UPH kukuhkan guru besar. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki)
Jakarta, CNN Indonesia --
Universitas Pelita Harapan (UPH) mengukuhkan lima guru besar dari berbagai bidang ilmu dalam sidang terbuka yang digelar di Grand Chapel, Kampus Utama UPH, Tangerang, Senin (20/4).
Kelima guru besar tersebut berasal dari disiplin yang beragam, mulai dari audit keuangan dan forensik, pendidikan, ilmu politik, manajemen sumber daya manusia, hingga hospitality dan pariwisata.
Keberagaman bidang ini mencerminkan upaya UPH dalam memperkuat kolaborasi lintas disiplin guna menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan budaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, masing-masing guru besar menyampaikan orasi ilmiah yang tidak hanya berangkat dari riset akademik, tetapi juga menawarkan perspektif strategis terhadap isu-isu aktual.
Prof. Dr. Drs. Ardi, M.M.Si., Ak., CA., membuka rangkaian orasi dengan mengangkat isu korupsi dari perspektif pengembangan diri melalui orasi berjudul Embrace the Corruptor.
Ia menilai pendekatan terhadap korupsi selama ini cenderung berfokus pada aspek hukum dan sistem, sementara dimensi internal manusia kerap terabaikan.
"Orasi ilmiah ini bukan tentang politik. Judul Embrace the Corruptor adalah sebuah provokasi intelektual, ironi, dan metafora kritis," ujar Ardi di lokasi, Senin (20/4).
Menurutnya, korupsi tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran aturan, tetapi juga kondisi batin yang kompleks.
"Korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga pembusukan sistemik batiniah serta penyalahgunaan amanah kekuasaan demi kepentingan pribadi," katanya.
Sementara itu, Prof. Dr. Juliana, S.E., M.M., CPHCM, CMSP, CCBM., membahas perubahan paradigma sektor pariwisata yang kini tak lagi semata berorientasi pada layanan dan ekonomi.
Dalam orasinya, ia menekankan bahwa pariwisata telah berkembang menjadi ruang penciptaan pengalaman sekaligus kebahagiaan bersama.
"Pariwisata telah bergeser dari sekadar industri layanan menjadi arsitektur kebahagiaan nasional," ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan sektor pariwisata kini tidak hanya diukur dari sisi ekonomi, tetapi juga dari pengalaman serta keterlibatan masyarakat.
Orasi berikutnya disampaikan Prof. Dr. Drs. Thomas Tokan Pureklolon, M.P.H., M.M., M.Si., yang mengajak refleksi tentang makna kekuasaan dalam kehidupan politik.
"Kekuasaan tidak dapat dipahami hanya sebagai relasi dominasi, melainkan sebagai relasi tanggung jawab," ujarnya.
Menurut Thomas, kekuasaan seharusnya diarahkan untuk mencapai bonum commune atau kebaikan bersama.
"Makna sejati kekuasaan tidak terletak pada kemampuan untuk menguasai, melainkan pada tanggung jawab untuk mewujudkan kebaikan bersama," katanya.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Drs. Khoe Yao Tung, M.M., M.Kom., M.Sc.Ed., M.Ed., D.Th., mengangkat tema transformasi pendidikan di era digital yang kian dipengaruhi perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Dunia masa kini adalah dunia personalisasi. Kondisi ini dapat berlangsung secara masif berkat kemajuan teknologi informasi dan digitalisasi, termasuk artificial intelligence," ujarnya.
Ia menjelaskan, pendekatan pembelajaran kini semakin disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa.
"Personalized learning merupakan pendekatan yang menyesuaikan proses belajar dengan karakteristik unik setiap siswa, seperti kemampuan, minat, kebutuhan, gaya, dan kecepatan belajar," katanya.
Adapun Prof. Dr. Tanggor Sihombing, B.A., M.B.A., menyoroti pentingnya audit dalam menjaga kepercayaan publik terhadap laporan keuangan.
Ia menekankan bahwa tantangan audit tidak hanya berkaitan dengan kesalahan teknis, tetapi juga potensi kecurangan.
Menurutnya, kompetensi auditor, independensi, serta pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas informasi keuangan.
Rangkaian pengukuhan ini turut dihadiri pimpinan universitas serta tamu undangan dari berbagai kalangan.
Melalui pengukuhan lima guru besar ini, UPH menegaskan komitmennya dalam memperkuat kontribusi akademik yang berdampak luas, sekaligus mendorong lahirnya pemikiran kritis dan solusi inovatif bagi masa depan.
(nga/tis)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
3














































