Jakarta -
Pendakwah Ustaz Soleh Mahmud atau yang lebih dikenal sebagai Ustaz Solmed akhirnya angkat bicara soal isu yang menyeret namanya.
Belakangan, Solmed dikaitkan dengan seorang pendakwah berinisial SAM yang diduga terlibat kasus pelecehan terhadap santri. Namun, ia dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menyebut kabar itu salah sasaran.
Menurutnya, banyak orang keliru mengaitkan inisial SAM dengan dirinya tanpa mencari tahu fakta yang sebenarnya.
"Ya pertama, tidak boleh gampang kita melontarkan tuduhan tanpa bukti. Apalagi hanya berdasarkan inisial tanpa melihat dulu dan membaca. Kan pengacaranya menyampaikan kriteria tuh, ngisi acara ini, kemudian ini. Kan tinggal dicari doang itu. Kelihatan kok dan ketahuan gitu, dan inisialnya juga SAM gitu lo. Kalau dikaitkan juga ketemu kok," kata Ustaz Soleh Mahmud di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (17/3).
Siap Tempuh Jalur Hukum
Tak tinggal diam, Ustaz Soleh Mahmud mengaku menemukan sejumlah akun media sosial yang diduga sengaja membuat konten untuk menyudutkan dirinya.
Ia pun memastikan akan membawa masalah ini ke jalur hukum setelah Lebaran.
"Dan insyaallah saya pastikan setelah Lebaran saya akan bawa ke meja hukum," ujarnya.
Bahkan, Solmed mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengantongi identitas akun-akun tersebut dan telah berkonsultasi dengan pihak kepolisian terkait langkah selanjutnya.
"Karena sekarang lagi sibuk mau Lebaran, kemudian beberapa juga teman-teman ada yang mungkin pulang kampung," ungkapnya.
Ultimatum untuk Pengunggah Konten
Rencananya, laporan akan dilayangkan ke pihak kepolisian, baik ke Polda Metro Jaya maupun Mabes Polri.
"Kalau tidak ke Polda, ke Mabes Polri untuk melaporkan akun-akun yang telah membuat fitnah lewat video-video yang sangat merugikan saya," jelasnya.
Sebelum mengambil langkah hukum, Ustaz Soleh Mahmud memberikan kesempatan kepada pemilik akun untuk menghapus konten tersebut.
"Jadi siap-siap, buat yang hari ini masih ada akun yang menebar fitnah tentang saya, segera di-take down. Segera di-take down. Saya berikan waktu, kesempatan, sampai Lebaran ini," tegasnya.
Ia menambahkan, jika setelah Lebaran konten tersebut masih beredar, dirinya tidak akan ragu melanjutkan proses hukum.
"Tapi kalau tidak ada, ya alhamdulillah. Mungkin hanya beberapa akun yang sudah saya kantongin, karena ini akun pembuat pertama," pungkasnya.
(yoa/yoa)
Loading ...

3 hours ago
1

















































