Roti MBG berjamur yang kini viral dan jadi pembahasan para pelaku usaha.
Fajar.co.id, Makassar -- Viralnya temuan roti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjamur menuai sorotan dari pelaku usaha roti. Salah satunya datang dari Baiq Marina Dian Pratiwi yang mengaku prihatin sekaligus mengkritik pemasok yang dinilai kurang memperhitungkan kualitas dan daya tahan produk.
Dalam unggahan yang beredar di Facebook, Jumat (27/2/2026), Baiq menyebut roti berjamur tersebut kemungkinan sudah diproduksi lebih dari tiga hari. Ia menegaskan pendapatnya didasarkan pada pengalamannya sebagai pelaku usaha roti.
“Saya pastikan ini roti sudah lebih dari 3 hari. Saya bisa bilang begini karena saya pelaku usaha roti,” tulisnya dalam unggahan yang kini ramai diperbincangkan warganet.
Baiq mengungkapkan, selama ini ia justru kerap menolak pesanan dalam jumlah besar, termasuk ribuan roti untuk program MBG, karena mempertimbangkan kapasitas produksi dan kualitas produk. Menurutnya, roti yang diproduksi di tokonya tidak menggunakan bahan pengawet dan biasanya ditarik jika sudah melewati dua hari, meski belum berjamur.
Ia menilai, memberikan roti yang tidak segar kepada konsumen, apalagi untuk program yang menyasar anak-anak, adalah hal yang tidak etis.
“Tidak tega rasanya memberikan ke konsumen, apalagi ini jadi menu MBG yang notabene makanan bergizi gratis,” ujarnya.
Baiq juga mengimbau para pemasok roti agar tidak memproduksi roti jauh hari hanya demi memenuhi pesanan besar. Ia meminta pelaku usaha untuk mengukur kemampuan produksi dan tidak memaksakan menerima order dalam jumlah besar jika tidak mampu dikerjakan dalam waktu singkat.


















































