Jakarta, CNN Indonesia --
WhatsApp mengumumkan fitur baru yang memungkinkan orang tua membuat akun khusus bagi anak-anak pra-remaja atau usia 10 hingga 12 tahun memiliki akun sendiri. Fitur ini hadir melalui system akun yang dikelola orang tua atau parent-managed accounts.
Fitur ini dirancang untuk membatasi penggunaan aplikasi hanya pada fungsi pesan dan panggilan, sekaligus memberi orang tua kendali lebih besar terhadap aktivitas anak di platform tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengumuman tersebut disampaikan pada Rabu (11/3), di tengah meningkatnya kekhawatiran global mengenai dampak media sosial dan aplikasi percakapan terhadap anak-anak.
Sejumlah negara juga mulai memperketat aturan penggunaan media sosial oleh remaja. Indonesia merupakan salah satu negara Asia pertama yang mengetatkan pembatasan media sosial buat anak.
Tahun lalu, Australia menjadi negara pertama yang memberlakukan larangan media sosial bagi remaja karena kekhawatiran terhadap kesehatan mental mereka.
Selain itu, aplikasi pesan instan juga menghadapi sorotan setelah beberapa insiden peretasan terjadi. Dalam kasus tersebut, pengguna dibujuk untuk membagikan kode verifikasi keamanan dan PIN mereka, sehingga pelaku dapat mengakses akun pribadi maupun percakapan grup.
WhatsApp menyebut ide menghadirkan akun yang dikelola orang tua muncul dari masukan keluarga yang menginginkan layanan pesan instan yang lebih aman bagi anak di bawah usia 13 tahun.
"Akun-akun ini dilengkapi dengan pengaturan default yang ketat, kontrol orang tua, dan opsi bagi orang tua untuk membimbing pengalaman pesan pertama anak-anak pra-remaja (di bawah 13 tahun)," kata WhatsApp dalam sebuah posting blog, mengutip Reuters, Rabu (11/3)).
Perusahaan menambahkan bahwa akun tersebut sepenuhnya berada di bawah pengawasan orang tua atau wali.
"Setelah diaktifkan, akun-akun ini dikendalikan oleh orang tua atau wali yang akan dapat memutuskan siapa yang dapat menghubungi akun tersebut dan grup mana yang dapat mereka ikuti," demikian pernyataan WhatsApp.
"Selain itu, orang tua dapat meninjau permintaan pesan dari kontak yang tidak dikenal dan mengelola pengaturan privasi akun," lanjutnya.
Apa saja kelebihannya?
Melalui fitur baru ini, orang tua dapat menyiapkan akun WhatsApp untuk anak berusia 10 hingga 12 tahun dengan kontrol tambahan untuk membatasi penggunaan aplikasi hanya pada pengiriman pesan dan panggilan.
Untuk memulai, orang tua memerlukan dua perangkat, yaitu ponsel milik anak yang akan digunakan untuk akun tersebut serta perangkat milik orang tua untuk menautkan dan mengelola akun.
Setelah akun dibuat, orang tua dapat menentukan siapa saja yang boleh menghubungi anak serta grup mana yang dapat mereka ikuti. Orang tua juga dapat meninjau permintaan pesan dari kontak yang tidak dikenal serta mengatur pengaturan privasi akun.
Pengawasan ini dilindungi oleh PIN orang tua yang tersimpan di perangkat yang mengelola akun. Hanya orang tua yang dapat mengakses dan mengubah pengaturan privasi tersebut.
WhatsApp menegaskan bahwa semua percakapan tetap bersifat privat karena dilindungi oleh sistem enkripsi end-to-end.
"Semua percakapan pribadi tetap privat dan dilindungi dengan enkripsi end-to-end, yang berarti tidak seorang pun, bahkan WhatsApp, yang bisa melihat atau mendengarkannya," kata perusahaan.
WhatsApp juga menyatakan bahwa layanan tersebut telah menjadi bagian penting dari komunikasi keluarga, baik untuk berbagi kabar penting, mengatur aktivitas anak setelah sekolah, maupun sekadar memberi tahu anggota keluarga bahwa seseorang telah sampai di rumah dengan selamat.
Fitur akun yang dikelola orang tua ini akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan dan memerlukan versi terbaru WhatsApp di perangkat iPhone maupun Android.
Cara mengaktifkan
Orang tua dapat mengunduh WhatsApp dan membuat akun khusus anak yang dapat dikelola oleh orang tua. Berikut langkah-langkahnya:
Mengunduh WhatsApp di Perangkat Anak
1. Unduh WhatsApp Messenger melalui Google Play Store atau Apple App Store di perangkat anak.
2. Pilih bahasa, lalu ketuk Setuju dan lanjutkan.
3. Ketuk Opsi lainnya, kemudian pilih Buat akun yang dikelola orang tua.
4. Daftarkan nomor telepon anak dan lakukan proses verifikasi.
5. Masukkan tanggal lahir anak untuk mengonfirmasi usianya.
6. Ketuk Lanjutkan untuk menautkan akun anak dengan akun orang tua.
Menautkan akun anak dengan orang tua
1. Gunakan kamera ponsel Anda untuk memindai kode QR yang muncul di perangkat anak, lalu ketuk tautan yang akan mengarahkan Anda ke WhatsApp.
2. Ketuk Setuju dan lanjutkan.
3. Lakukan verifikasi bahwa Anda adalah orang dewasa.
4. Buat PIN orang tua yang terdiri dari 6 digit. PIN ini untuk mengakses dan mengubah pengaturan privasi akun anak. Jangan membagikan PIN ini kepada anak.
5. Konfirmasikan PIN tersebut, lalu ketuk Lanjut.
6. Ketuk Selesai untuk melanjutkan proses di perangkat anak.
Menyelesaikan penyiapan di perangkat anak
1. Masukkan PIN orang tua di perangkat anak.
2. Ketuk Lanjut.
Setelah langkah-langkah ini selesai, akun WhatsApp anak sudah aktif dan siap digunakan. Anak kemudian dapat menambahkan nama dan foto profil mereka.
(wpj/dmi)

3 hours ago
1

















































