Xiaomi Siapkan Chip Xring D100 3nm untuk Mobil pada 2027

6 hours ago 5

Selular.ID – Xiaomi memperluas pengembangan chip buatannya ke sektor kendaraan listrik melalui Xring D100, chip kecerdasan buatan (AI) untuk sistem berkendara cerdas yang dibuat dengan proses 3 nanometer (nm).

Xiaomi memperkenalkan chip tersebut pada 24 Agustus 2026 dan menyatakan Xring D100 telah menyelesaikan seluruh tahap validasi, dengan penggunaan komersial ditargetkan mulai 2027.

Xring D100 menjadi bagian dari ekspansi teknologi semikonduktor Xiaomi yang sebelumnya berfokus pada perangkat konsumen, terutama smartphone.

Chip ini memiliki 20-core CPU dan 16-core NPU (Neural Processing Unit), serta mendukung memori terpadu hingga 160 GB.

Xiaomi juga menyebut D100 mampu menjalankan model AI dengan hingga 200 miliar parameter secara lokal, sehingga pemrosesan dapat dilakukan langsung pada perangkat tanpa selalu bergantung pada komputasi cloud.

Peluncuran D100 berlangsung bersamaan dengan pengenalan dua chip Xring lainnya, yakni Xring O3 sebagai prosesor utama untuk perangkat mobile dan Xring O100 yang ditujukan sebagai akselerator AI berbandwidth tinggi.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Ketiganya menunjukkan perluasan portofolio semikonduktor Xiaomi dari chip smartphone menuju komputasi AI dan sistem kendaraan.

Masuk ke Komputasi Kendaraan

Bagi Xiaomi, pengembangan Xring D100 menjadi bagian dari strategi memperbesar kemampuan internal pada sisi semikonduktor.

Reuters melaporkan Xiaomi telah menginvestasikan lebih dari 21 miliar yuan, sekitar US$3,1 miliar, untuk pengembangan chip sejak program tersebut dihidupkan kembali. Tim semikonduktor Xiaomi juga telah berkembang menjadi hampir 3.000 orang.

Strategi tersebut sebelumnya terlihat melalui Xring O1, chip flagship 3nm pertama yang dikembangkan Xiaomi untuk perangkat mobile.

Dalam laporan interim 2025, Xiaomi menyebut Xring O1 menggunakan proses 3nm generasi kedua dan memiliki arsitektur CPU 10-core serta GPU 16-core. Perusahaan kemudian menggunakan chip tersebut pada Xiaomi 15S Pro dan Xiaomi Pad 7 Ultra.

Dengan D100, cakupan pengembangan chip Xiaomi bergerak lebih jauh ke sistem komputasi kendaraan. Chip tersebut dirancang untuk menangani kebutuhan AI dalam sistem berkendara cerdas, termasuk pemrosesan model berukuran besar secara lokal.

Xiaomi sebelumnya menggunakan chip buatan Nvidia untuk sistem berkendara cerdas pada kendaraan listriknya. Menurut CnEVPost, model kendaraan listrik Xiaomi saat ini terutama menggunakan Nvidia Thor, setelah sebelumnya mengandalkan Nvidia Orin.

Pengembangan D100 membuka jalur bagi Xiaomi untuk menghadirkan komputasi kendaraan yang dikembangkan secara internal.

Spesifikasi Xring D100

D100 menggunakan proses manufaktur 3nm, teknologi fabrikasi semikonduktor yang memungkinkan lebih banyak transistor ditempatkan dalam area chip yang relatif kecil.

Xiaomi menyebutnya sebagai chip berkinerja tinggi untuk berkendara cerdas pertama di China yang menggunakan proses 3nm.

Dari sisi arsitektur, chip ini menggabungkan CPU 20-core dengan NPU 16-core. NPU merupakan komponen khusus untuk mempercepat komputasi AI, termasuk proses inferensi atau menjalankan model AI yang sudah dilatih.

D100 juga mendukung memori terpadu hingga 160 GB. Kapasitas tersebut memungkinkan sistem mengakses data dan model AI dalam ruang memori yang besar. Xiaomi menyatakan D100 dapat menjalankan model dengan kapasitas hingga 200 miliar parameter secara lokal.

Namun, Xiaomi belum mengungkap angka TOPS (tera operations per second) untuk D100. TOPS merupakan salah satu ukuran yang umum digunakan untuk menggambarkan kemampuan komputasi AI pada chip kendaraan.

Karena angka tersebut belum tersedia, performa D100 belum dapat dibandingkan secara langsung dengan sejumlah chip berkendara cerdas lain berdasarkan kapasitas komputasi AI.

Sebelum masuk ke kendaraan produksi, Xiaomi telah mendemonstrasikan D100 melalui AI Cube Prototype, perangkat desktop yang menggabungkan D100 dengan Xring O3 dan Xring O100.

Purwarupa tersebut digunakan untuk menjalankan model AI secara lokal, termasuk model dengan 120 miliar dan 3 miliar parameter.

Bagian dari Ekosistem AI Xiaomi

Pengembangan tiga chip Xring juga memperlihatkan arah Xiaomi untuk membangun fondasi komputasi yang dapat digunakan lintas perangkat.

Xring O3 ditujukan untuk smartphone, Xring O100 untuk akselerasi AI, sedangkan Xring D100 difokuskan pada kebutuhan berkendara cerdas. Xiaomi menyebut O100 dan D100 dijadwalkan memasuki penggunaan komersial pada 2027.

Pendekatan tersebut sejalan dengan strategi Xiaomi membangun ekosistem perangkat yang menghubungkan smartphone, perangkat rumah pintar, dan kendaraan.

Profil perusahaan di laman hubungan investornya menyebut Xiaomi sebagai perusahaan elektronik konsumen dan manufaktur pintar dengan smartphone serta perangkat pintar yang terhubung melalui platform IoT sebagai salah satu fondasi bisnisnya.

Pada saat yang sama, pengembangan chip internal berlangsung ketika Xiaomi memperluas bisnis kendaraan listrik dan AI.

Reuters melaporkan dua bidang baru tersebut mencatat rugi operasional 2,6 miliar yuan pada kuartal II 2026, yang antara lain dipengaruhi peningkatan biaya terkait AI dan biaya komponen.

Xiaomi juga tidak hanya mengembangkan chip untuk kendaraan. Pada 24 Agustus, perusahaan memperkenalkan Xring O3 yang diproduksi menggunakan proses 3nm dan akan menjadi bagian dari perangkat foldable flagship berikutnya.

Reuters melaporkan O3 diproduksi oleh TSMC menggunakan teknologi 3nm, sementara Xiaomi juga mengembangkan O100 dan D100 untuk kebutuhan AI serta kendaraan.

Untuk D100, Xiaomi belum mengumumkan secara terbuka produsen wafer, angka TOPS, maupun kendaraan pertama yang akan menggunakan chip tersebut.

Perusahaan baru memastikan chip telah menyelesaikan proses validasi dan menargetkan penggunaan komersial pada 2027.

Jika jadwal tersebut terealisasi, Xring D100 akan menjadi salah satu komponen penting dalam ekspansi teknologi Xiaomi ke komputasi kendaraan.

Pengembangan ini juga memperluas cakupan keluarga Xring dari prosesor perangkat mobile menjadi platform semikonduktor yang mencakup kebutuhan AI dan sistem berkendara cerdas.

Baca Juga: Xiaomi EV Catat Lonjakan Penjualan, Siapkan YU7 GT

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi