CNN Indonesia
Rabu, 22 Apr 2026 11:15 WIB
Ilustrasi. Anak hiperaktif bukan berarti tidak bisa fokus. Orang tua dapat menerapkan cara melatih fokus anak hiperaktif berikut ini. (Budi Rahmah Panjaitan)
Jakarta, CNN Indonesia --
Setiap orang tua tentu ingin melihat anak mampu belajar, bermain, dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Namun, bagi orang tua yang memiliki anak hiperaktif, menjaga konsentrasi anak sering kali menjadi tantangan tersendiri. Berikut cara melatih fokus anak hiperaktif yang bisa diterapkan orang tua di rumah.
Pada umumnya, anak hiperaktif cenderung mudah terdistraksi, sulit menyelesaikan tugas, dan sering berpindah aktivitas tanpa arah yang jelas. Akibatnya, kondisi ini kerap menimbulkan kelelahan emosional bagi anak maupun orang tua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun begitu, anak hiperaktif tetap dapat melatih fokus secara bertahap dengan pendekatan yang tepat dan konsisten. Melansir dari banyak sumber, inilah cara melatih fokus anak hiperaktif agar proses belajar dan perkembangan anak berjalan lebih optimal.
Cara melatih fokus anak hiperaktif
1. Mengaitkan aktivitas dengan irama atau musik
Penelitian menunjukkan bahwa ritme musik tertentu dapat membantu otak anak menjadi lebih terstruktur dalam memproses informasi. Musik dengan tempo stabil mampu memberikan pola yang membantu anak mengantisipasi dan memahami tugas.
Orang tua dapat memutar musik instrumental lembut saat anak belajar, tetapi tetap memastikan lingkungan tidak terlalu bising agar anak tidak semakin terdistraksi.
2. Menggunakan permainan puzzle
Puzzle merupakan latihan fokus yang sangat efektif. Permainan seperti jigsaw, teka-teki kata, atau sudoku melatih anak mempertahankan perhatian dalam waktu lebih lama.
Aktivitas ini juga mengembangkan koordinasi mata dan tangan serta kemampuan pemrosesan visual yang penting bagi konsentrasi.
3. Membuat aktivitas yang seru dan interaktif di rumah
Anak hiperaktif cenderung memiliki energi tinggi sehingga metode belajar pasif sering tidak efektif. Orang tua dapat mengubah tugas menjadi aktivitas fisik ringan, misalnya melempar bola sambil menjawab soal matematika.
Cara ini membuat belajar terasa menyenangkan sekaligus meningkatkan fokus anak.
4. Menetapkan target berbasis waktu
Memberikan batas waktu yang realistis membantu anak memahami durasi kerja yang jelas. Misalnya, menyelesaikan tugas selama 15 menit sebelum istirahat singkat.
Pendekatan ini meningkatkan motivasi dan membantu anak belajar mengelola perhatian. Namun, orang tua perlu menyesuaikan target agar anak tidak merasa tertekan.
5. Memecah tugas menjadi bagian kecil
Ilustrasi. Salah satu cara melatih anak fokus anak hiperaktif adalah dengan memberikannya tugas yang sudah dipecah-pecah jadi tugas sederhana. (iStock)
Tugas besar sering membuat anak kehilangan fokus karena terasa berat. Oleh karena itu, pecahlah pekerjaan menjadi langkah kecil, seperti menulis ide terlebih dahulu, kemudian membuat draf, lalu melakukan revisi.
Setiap tahap yang selesai memberi rasa pencapaian yang meningkatkan konsentrasi.
6. Mengajarkan teknik relaksasi dan pernapasan
Latihan pernapasan sederhana atau mindfulness membantu anak belajar menenangkan pikiran. Orang tua dapat mengajak anak menarik napas dalam selama beberapa detik sambil membayangkan suasana tenang seperti pantai atau taman.
Teknik ini membantu anak kembali fokus pada momen saat ini.
7. Mendorong pembelajaran praktik langsung
Anak hiperaktif belajar lebih baik melalui pengalaman langsung. Menggambar, membuat proyek sederhana, atau belajar di luar rumah dapat meningkatkan keterlibatan anak.
Aktivitas yang melibatkan gerakan dan eksplorasi membuat perhatian anak lebih bertahan lama.
8. Memberi kesempatan bergerak secara terarah
Meminta anak duduk terlalu lama justru dapat memperburuk kehilangan fokus. Sisipkan jeda gerakan setiap 20-30 menit, seperti peregangan ringan atau tarian singkat.
Aktivitas fisik membantu melepaskan energi berlebih sehingga anak lebih siap kembali berkonsentrasi.
9. Membangun rutinitas harian yang konsisten
Ilustrasi. Menerapkan rutinitas atau jadwal harian yang jelas membantu anak mempertahankan fokus. Hal ini juga jadi cara melatih fokus anak hiperaktif. (Della Oktivia Armitha)
Rutinitas memberikan struktur yang membantu anak memahami urutan aktivitas. Jadwal harian yang jelas - mulai dari waktu belajar, bermain, hingga tidur - membuat anak merasa lebih aman dan mudah mempertahankan fokus karena tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
10. Memberikan apresiasi dan reward
Pujian, apresiasi, atau hadiah sederhana dapat meningkatkan motivasi anak. Sistem poin atau penghargaan kecil saat anak berhasil menyelesaikan tugas tanpa terdistraksi dapat menjadi dorongan positif.
Tidak selalu harus berupa hadiah fisik, bahkan kata-kata dukungan dari orang tua sering kali jauh lebih bermakna.
Nah, itulah cara melatih fokus anak hiperaktif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Meskipun begitu, cara ini tidak berlangsung secara instan, melainkan membutuhkan kesabaran dan konsistensi dari orang tua.
(gas/els)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
1

















































