CNN Indonesia
Selasa, 28 Apr 2026 06:45 WIB
Ilustrasi pesawar Ryanair lepas landas. (PASCAL PAVANI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --
Suasana di Bandara Marseille-Provence, Prancis, berubah mencekam setelah puluhan penumpang yang marah nekat menerobos landasan pacu (tarmac).
Aksi nekat para penumpang itu dilakukan sebagai upaya sia-sia untuk menghentikan pesawat Ryanair yang lepas landas tanpa mereka.
Insiden ini bermula ketika 83 penumpang pesawat Ryanair dengan nomor penerbangan FR2640 rute Marseille menuju Marrakesh, Maroko, terdampar di bandara pada Sabtu (18/4) malam waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerbangan yang seharusnya berangkat pukul 22.30 waktu setempat tersebut mengalami kendala besar bukan karena masalah teknis pesawat, melainkan akibat penumpukan antrean di kontrol perbatasan.
Laporan media lokal menyebutkan bahwa keterlambatan pemeriksaan paspor disebabkan oleh kurangnya personel petugas imigrasi di bandara.
Ketegangan memuncak ketika pilot dilaporkan memutuskan untuk tetap lepas landas meskipun puluhan penumpang masih terjebak di dalam antrean keamanan.
"Baru 50 persen penumpang yang lolos pemeriksaan ketika manajer Ryanair datang menemui kami dan menjelaskan bahwa pintu pesawat sudah ditutup karena lambatnya proses pemeriksaan," ujar salah satu penumpang yang terdampar, seperti dilansir New York Post.
Ia menambahkan bahwa pihak maskapai bersikeras ingin menerbangkan pesawat tepat waktu, apa pun risikonya.
Kecewa karena merasa ditinggalkan, sekitar 30 penumpang yang emosi memutuskan untuk menyerbu landasan pacu guna menghalangi pesawat agar tidak terbang.
Dalam potongan video yang beredar, yang digambarkan menyerupai adegan film thriller kiamat zombie, terlihat sekumpulan orang berlarian menuju pesawat sambil berteriak ke arah staf bandara.
Dalam satu momen, pilot sempat melongokkan kepalanya dari jendela kokpit sementara seorang penumpang berteriak kepadanya bahwa tindakan tersebut "tidak benar".
Seorang penumpang wanita bahkan ditangkap polisi karena diduga merusak sistem keamanan kebakaran untuk membuka akses paksa menuju landasan pacu, aksi yang kemudian ia akui di depan kamera.
Meski sempat terjadi pengadangan, pesawat tersebut akhirnya tetap lepas landas pada pukul 01.50 dini hari, meninggalkan 83 penumpang yang telantar di Prancis.
Pihak Bandara Marseille-Provence telah meluncurkan investigasi internal untuk meninjau kembali rangkaian peristiwa tersebut dan mengevaluasi prosedur keamanan mereka.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
3

















































