Selular.id – Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) mendominasi pasar game MOBA mobile dengan jutaan pemain aktif.
Namun, popularitasnya yang sangat tinggi di server tertentu terkadang membuat pengalaman matchmaking terasa monoton.
Bagi yang mencari variasi gameplay serupa dengan grafis dan mekanik berbeda, tersedia beberapa alternatif game MOBA Android terbaik yang layak dicoba.
Game-game tersebut menawarkan inti permainan yang sama: tim beranggotakan lima orang bertarung di tiga jalur (lane) untuk menghancurkan markas lawan.
Perbedaannya terletak pada tempo permainan, kompleksitas strategi, desain karakter, dan fokus komunitas pemainnya.
Beberapa game justru menawarkan tantangan lebih tinggi dengan elemen makro dan drafting hero yang lebih ketat.
Dari sekian banyak pilihan, empat game berikut ini kerap disebut sebagai alternatif terdekat dari Mobile Legends.
Masing-masing memiliki keunikan yang bisa memberikan pengalaman bermain MOBA yang segar, mulai dari yang sangat mirip hingga yang menawarkan kedalaman strategi lebih.
1. Honor of Kings: MOBA dengan Sentuhan Budaya China
Honor of Kings (HoK) adalah raksasa MOBA di China yang gameplay-nya sangat mirip dengan Mobile Legends.
Tujuan utamanya tetap sama: bekerja sama dengan empat rekan tim untuk menghancurkan Kristal milik lawan.
Peta dan objektifnya terasa familiar bagi penggemar MLBB.
Namun, HoK membedakan diri dengan mengintegrasikan elemen mitologi dan kebudayaan China ke dalam cerita serta desain hero-nya.
Dari segi kecepatan, pace permainan Honor of Kings cenderung lebih lambat dan lebih menekankan kerja sama tim serta strategi makro.
Melakukan solo carry di game ini lebih menantang kecuali terdapat perbedaan skill yang signifikan antar pemain.
Keunggulan visual HoK juga patut diperhitungkan.
Grafisnya terlihat lebih tajam dan detail dibandingkan Mobile Legends, meski konsekuensinya ukuran file game ini hampir dua kali lipat lebih besar, mencapai sekitar 300 MB.
2. Arena of Valor: Grafis Unggul dan Komunitas Global
Arena of Valor (AOV) yang dikembangkan oleh Garena merupakan salah satu game MOBA populer di kancah global.
Seperti Honor of Kings, AOV lebih menitikberatkan pada strategi dan pengelolaan peta ketimbang duel langsung antar hero, meski tujuan akhirnya tetaplah menghancurkan markas musuh.
Yang menarik, Arena of Valor menawarkan grafis yang lebih baik dibandingkan Mobile Legends tanpa membebani memori dengan ukuran file yang membengkak.
Developer AOV juga dikenal lebih dermahan dalam memberikan skin gratis kepada pemain, berbeda dengan kebijakan Moonton yang biasanya terbatas pada skin pemula.
Sistem di AOV menawarkan variasi lebih banyak dalam mengumpulkan gold dan EXP, berkat jumlah monster hutan yang lebih beragam.
Kontrolnya tetap intuitif dan mudah dipelajari bagi yang sudah terbiasa dengan MOBA mobile.
Kelebihan lain AOV adalah kesempatan lebih besar untuk bertemu pemain dari berbagai negara, memberikan pengalaman kompetitif yang berbeda dibanding MLBB yang sangat kuat di Asia Tenggara.
Bagi yang ingin mencoba bermain dengan teman secara online, platform seperti Discord bisa menjadi pilihan.
Cara main game di Discord bisa membuat sesi “mabar” (main bareng) menjadi lebih seru dan terkoordinasi.
3. League of Legends: Wild Rift: Kedalaman Strategi dari Versi PC
League of Legends: Wild Rift bisa disebut sebagai “sesepuh” dari Mobile Legends, karena merupakan adaptasi mobile dari game MOBA PC legendaris, League of Legends.
Semua elemen inti dari versi PC dihadirkan di sini, mulai dari champion, peta, item, hingga mekanik permainan, meski dengan update patch yang lebih lambat.
Dibandingkan Mobile Legends, Wild Rift menawarkan kompleksitas yang lebih tinggi. Petanya lebih luas, objektifnya lebih banyak, pilihan champion sangat beragam, dan kontrolnya sedikit lebih rumit.
Salah satu elemen kunci yang tidak ada di MLBB adalah “control ward”, item yang vital untuk visi dan analisis pergerakan musuh di peta.
Mekanik pembelian item di Wild Rift juga lebih ketat, hanya bisa dilakukan saat champion berada di markas.
Hal ini berbeda dengan kebebasan membeli item di mana saja yang ditawarkan Mobile Legends.
Dari sisi visual, Wild Rift tidak diragukan lagi memiliki kualitas grafis yang sangat mulus dan detail.
Bagi pemain Mobile Legends yang sudah mahir dan ingin meningkatkan level permainan MOBA-nya, Wild Rift adalah tantangan yang tepat.
Kini, pengalaman sosial bermain game juga semakin dipermudah dengan pembaruan platform seperti Google Play Games yang memperbarui profil dengan fitur sosial baru.
4. Heroes Evolved: Gameplay Strategis dengan Durasi Panjang
Heroes Evolved memiliki kemiripan lebih dekat dengan Wild Rift daripada Mobile Legends. Namun, pemain MLBB tetap dapat memainkannya untuk mengasah skill.
Game ini menawarkan gameplay MOBA klasik dengan tempo yang lebih lambat dan penekanan kuat pada strategi, drafting hero, serta permainan makro.
Satu sesi pertandingan di Heroes Evolved bisa memakan waktu hingga 30 menit, lebih lama dari rata-rata match Mobile Legends yang sering selesai dalam 15 menit.
Setiap hero di game ini memiliki peran yang sangat spesifik, seperti tank, support, atau carry, dan tidak mudah untuk menempatkan hero di lane yang tidak sesuai dengan role-nya, berbeda dengan fleksibilitas yang ditawarkan MLBB.
Fitur unik Heroes Evolved adalah adanya “observer ward” yang memungkinkan pemain memantau area di peta tanpa membeli item khusus.
Jumlah ward ini tidak terbatas, meski memiliki waktu cooldown.
Konsep ini mirip dengan mekanik ward di Wild Rift, menjadikan Heroes Evolved sebagai game dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan Mobile Legends.
Bagi yang tertarik tidak hanya bermain tetapi juga membagikan momen seru, cara live streaming Mobile Legends di TikTok hanya dengan modal HP bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan.
Keempat game tersebut membuktikan bahwa ekosistem MOBA mobile sangatlah dinamis.
Masing-masing alternatif game mirip Mobile Legends ini menawarkan variasi yang bisa menyegarkan pengalaman bermain, sekaligus menjadi sarana untuk mengasah kemampuan taktis dan kerja sama tim dalam format yang sedikit berbeda.
Pilihan akhir tentu kembali pada preferensi pemain, apakah menginginkan gameplay yang sangat familiar, grafis lebih baik, komunitas global, atau justru tantangan strategis yang lebih dalam.












































