CNN Indonesia
Sabtu, 10 Jan 2026 12:30 WIB
Ilustrasi. Brokoli jadi salah satu makanan untuk meningkatkan imun tubuh. (iStockphoto/Mizina)
Jakarta, CNN Indonesia --
Makanan untuk meningkatkan imun tubuh berperan penting dalam membantu sistem pertahanan alami melawan berbagai infeksi. Asupan nutrisi yang tepat dapat mendukung kerja sel imun agar lebih responsif dan seimbang.
Sistem kekebalan tubuh membutuhkan berbagai zat gizi, seperti vitamin, mineral, antioksidan, dan senyawa antiinflamasi, agar dapat bekerja secara optimal. Kekurangan nutrisi tertentu dapat membuat tubuh lebih rentan terserang penyakit.
Pola makan yang sehat berkontribusi besar terhadap daya tahan tubuh. Tidak hanya membantu mencegah infeksi, pola makan bergizi juga berperan dalam mempercepat proses pemulihan saat sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahan makanan yang mendukung imunitas sebenarnya mudah ditemukan di sekitar kita. Melansir Healthline, berikut sejumlah makanan yang baik untuk meningkatkan imun tubuh:
1. Buah sitrus
Buah sitrus dikenal sebagai sumber vitamin C yang berperan penting dalam meningkatkan produksi sel darah putih. Sel darah putih merupakan komponen utama sistem imun yang bertugas melawan infeksi di dalam tubuh.
Asupan vitamin C secara rutin membantu tubuh merespons infeksi dengan lebih cepat. Buah sitrus meliputi jeruk, lemon, jeruk nipis, dan jeruk mandarin yang mudah dikonsumsi sebagai buah segar maupun campuran minuman.
2. Paprika merah
Paprika merah mengandung vitamin C dalam jumlah tinggi. Kandungan ini membantu memperkuat sistem imun sekaligus mendukung proses perbaikan jaringan tubuh.
Selain vitamin C, paprika merah juga kaya beta-karoten yang akan diubah tubuh menjadi vitamin A. Nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan mata.
3. Brokoli
Brokoli termasuk sayuran dengan kandungan nutrisi yang sangat lengkap, meliputi vitamin A, C, dan E, serat, serta berbagai antioksidan. Kombinasi nutrisi ini membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Agar manfaatnya tetap optimal, brokoli disarankan dimasak sesingkat mungkin. Metode seperti mengukus atau menumis ringan membantu menjaga kandungan vitaminnya tetap terjaga.
4. Bawang putih
Bawang putih telah lama digunakan sebagai bahan alami untuk membantu melawan infeksi. Senyawa sulfur di dalamnya, terutama allicin, memiliki sifat antibakteri dan antivirus yang mendukung sistem imun.
Konsumsi bawang putih secara rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko infeksi saluran pernapasan. Selain itu, bawang putih mudah ditambahkan ke berbagai masakan sehari-hari.
5. Jahe
Jahe dikenal memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu meredakan peradangan di dalam tubuh. Kondisi peradangan kronis diketahui dapat melemahkan sistem kekebalan jika tidak dikendalikan.
Senyawa gingerol dalam jahe juga berfungsi sebagai antioksidan alami. Selain membantu meningkatkan imun, jahe kerap digunakan untuk meredakan gejala flu, mual, dan sakit tenggorokan.
6. Yogurt
Yogurt dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan. Usus yang sehat berperan besar dalam mendukung sistem imun tubuh.
Selain itu, yogurt juga merupakan sumber vitamin D yang membantu mengatur respons kekebalan tubuh. Konsumsi yogurt tanpa tambahan gula lebih dianjurkan untuk memperoleh manfaat kesehatan yang optimal.
7. Almond
Almond dikenal sebagai sumber vitamin E yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Meski kerap kalah populer dibanding vitamin C dalam mencegah flu, vitamin E berperan sebagai antioksidan kuat yang membantu melindungi sel-sel imun dari kerusakan akibat radikal bebas.
Vitamin E termasuk vitamin larut lemak, sehingga penyerapannya membutuhkan asupan lemak sehat. Almond tidak hanya kaya vitamin E, tetapi juga mengandung lemak baik yang mendukung proses tersebut.
Kebutuhan vitamin E orang dewasa sekitar 15 mg per hari. Setengah cangkir almond, atau sekitar 46 butir, sudah mampu memenuhi hampir seluruh kebutuhan harian tersebut.
(nga/tis)

18 hours ago
17















































