CNN Indonesia
Senin, 16 Mar 2026 19:30 WIB
Ilustrasi. Banyak hal dari sifat introvert yang sering disalahpahami, perlu diluruskan. (Maguiss/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --
Introvert masih kerap disalahpahami di tengah masyarakat. Kepribadian ini sering dilekatkan dengan sikap pendiam, kurang percaya diri, hingga dianggap tidak mampu bersosialisasi dengan baik.
Akibatnya, introvert kerap dinilai kurang cocok berada di lingkungan sekolah, pergaulan, bahkan dunia kerja.
Mengutip Healthline, berbeda dengan ekstrovert yang memperoleh energi dari interaksi sosial dalam kelompok besar, introvert justru merasa lebih nyaman dalam suasana tenang dan interaksi yang tidak terlalu ramai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, berbagai stereotip tentang introvert masih terus beredar. Mengutip sejumlah sumber, berikut beberapa kesalahpahaman tentang introvert yang perlu diluruskan.
1. Introvert tidak suka bersosialisasi
Introvert sering dianggap tidak suka bertemu orang lain karena terlihat lebih pendiam. Padahal, introvert tetap membutuhkan interaksi sosial seperti kebanyakan orang.
Perbedaannya, mereka lebih menyukai hubungan yang dekat dan bermakna dibandingkan pertemuan besar yang ramai. Interaksi sosial dalam waktu lama dapat membuat introvert lebih cepat lelah.
Karena itu, mereka cenderung membatasi aktivitas sosial demi menjaga energi, bukan karena anti bersosialisasi.
2. Introvert sama dengan pemalu
Banyak orang menyamakan introvert dengan pemalu, padahal keduanya berbeda. Pemalu berkaitan dengan rasa takut atau cemas saat dinilai orang lain, sementara introvert lebih berkaitan dengan kenyamanan terhadap situasi sosial.
Mengutip Introvert Dear, seorang introvert bisa saja percaya diri dan berani berbicara, terutama di lingkungan yang familiar. Mereka hanya membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi dan memulihkan energi setelah berinteraksi.
3. Introvert tidak pandai berbicara
Introvert kerap dianggap kurang pandai berkomunikasi karena tidak banyak bicara. Padahal, introvert cenderung berpikir terlebih dahulu sebelum menyampaikan pendapat.
Melansir Verywell Mind, gaya komunikasi introvert biasanya lebih tenang dan terarah. Mereka mungkin tidak dominan dalam diskusi, tetapi sering menyampaikan gagasan yang matang dan berbobot.
4. Introvert lebih suka menyendiri
Kebutuhan introvert untuk menyendiri sering disalahartikan sebagai keinginan menjauh dari orang lain. Padahal, waktu sendiri bagi introvert berfungsi untuk mengisi ulang energi setelah aktivitas sosial.
Meski demikian, introvert tetap menikmati kebersamaan dengan orang-orang terdekat. Mereka hanya membutuhkan jeda agar tetap nyaman dan tidak mengalami kelelahan mental.
5. Introvert sulit untuk sukses
Kepribadian introvert kerap dianggap kurang ambisius. Padahal, introvert sama ambisiusnya dengan orang lain. Karakter yang cenderung reflektif membuat mereka lebih matang dalam menetapkan tujuan.
Introvert memiliki tekad kuat untuk belajar, berlatih, dan bahkan mengambil risiko. Meski tidak selalu menonjol, langkah yang mereka ambil biasanya terencana dan konsisten hingga membuahkan hasil.
6. Introvert sulit beradaptasi
Introvert sering dinilai kaku dan sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Healthline menjelaskan, introvert memang membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa nyaman, terutama di situasi yang ramai.
Namun setelah beradaptasi, introvert dapat bekerja dan berinteraksi dengan baik. Mereka cenderung mengamati situasi terlebih dahulu sebelum bertindak, sehingga lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.
7. Introvert adalah pribadi bermasalah
Masih ada anggapan bahwa introvert memiliki masalah sosial atau emosional. Padahal, introversi bukan gangguan psikologis, melainkan variasi kepribadian yang normal.
Introvert tidak perlu 'diubah', yang dibutuhkan adalah pemahaman bahwa setiap orang memiliki cara berbeda dalam berinteraksi dan menjalani kehidupan sosial.
(nga/tis)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
1

















































