Adaptasi atau Mati! Saat Iran Tahan Selat Hormuz, Prabowo Cari Minyak, Denny Siregar: Jangan Gengsi!

10 hours ago 2

FAJAR.CO.ID - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengancam akses Selat Hormuz, jalur vital bagi 20% pasokan minyak dunia, memaksa Indonesia untuk bergerak cepat mengamankan pasokan energi. Presiden Prabowo Subianto langsung memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mencari sumber minyak alternatif dari luar kawasan Timur Tengah guna menghindari risiko terganggunya impor minyak nasional.

Ketergantungan Impor dan Ancaman Kenaikan Harga

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa saat ini stok minyak Indonesia masih cukup untuk kebutuhan sekitar 20 hari ke depan. Namun, ia mengakui adanya tekanan harga yang mulai terasa akibat situasi global yang tidak menentu.

"Masih cukup, 20 hari. Sampai hari ini nggak ada masalah," katanya saat ditemui.

Lebih lanjut, Bahlil menambahkan, "Perlahan-perlahan sebagian sudah ada perubahan harga naik." Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada impor minyak, dengan volume sekitar 1 juta barel per hari.

Langkah Strategis Mencari Sumber Minyak Baru

Prabowo menginstruksikan jajarannya untuk mencari alternatif pasokan minyak dari negara-negara di luar Timur Tengah, seperti Amerika Serikat, Afrika, dan Amerika Latin. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pada jalur Selat Hormuz yang kini rawan gangguan geopolitik.

Denny Siregar Kritik Sikap Gengsi Indonesia

Di tengah situasi genting ini, pegiat media sosial Denny Siregar memberikan kritik tajam yang langsung viral. Ia menyoroti sikap Indonesia yang dianggap terlalu gengsi untuk menjalin kerja sama dengan Iran, padahal negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand telah mendapatkan izin impor dari Iran.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi