Amartha Dorong Pertumbuhan Inklusif Lewat Asia Grassroots Forum 2026

3 hours ago 2

Selular.ID – Amartha Financial bersama International Finance Corporation (IFC), Accion, dan Women’s World Banking (WWB) sukses menyelenggarakan The 2026 Asia Grassroots Forum pada 3-4 Juni 2026 di Jakarta.

Forum tahunan tersebut mempertemukan lebih dari 500 delegasi dari berbagai negara untuk membahas strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui kewirausahaan, teknologi, dan peningkatan kesehatan finansial masyarakat akar rumput.

Mengusung tema “Enabling Growth, Elevating Financial Health”, forum ini dihadiri investor global, pembuat kebijakan, pelaku industri, akademisi, organisasi pembangunan, hingga praktisi ekonomi inklusif.

Agenda utama forum berfokus pada upaya memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap modal, teknologi, dan sumber daya produktif.

Dalam pidato pembukaan, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menekankan pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap mampu menciptakan peluang yang lebih luas bagi masyarakat.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, negara-negara di Asia perlu terus mendorong produktivitas, kewirausahaan, dan inovasi untuk menghadapi dinamika global yang berkembang semakin cepat.

SBY menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi harus mampu memberikan kesempatan bagi lebih banyak masyarakat untuk membangun usaha dan meningkatkan kesejahteraan.

Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan, tetapi juga dari kemampuan pertumbuhan tersebut menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.

Founder dan CEO Amartha Financial, Andi Taufan Garuda Putra, mengatakan bahwa tantangan ekonomi global, perkembangan kecerdasan buatan (AI), perubahan geopolitik, dan ketidakpastian ekonomi dunia menuntut kolaborasi yang lebih kuat untuk memastikan manfaat pertumbuhan dapat dirasakan secara merata.

Menurut Taufan, kewirausahaan, inovasi, dan pemanfaatan teknologi memiliki peran penting dalam menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa teknologi perlu dimanfaatkan untuk memperluas akses dan menghadirkan dampak yang lebih besar bagi pelaku usaha mikro dan masyarakat akar rumput.

Forum ini juga menyoroti peran strategis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam perekonomian Asia.

Berdasarkan paparan penyelenggara, UMKM menyumbang lebih dari 90 persen unit usaha dan menjadi sumber mayoritas lapangan kerja di banyak negara Asia.

Namun, masih banyak pelaku usaha yang menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses pembiayaan, produktivitas, pasar, serta kemampuan digital.

Andi Taufan Garuda Putra, Founder dan CEO Amartha Financial, mengunjungi salah satu stan mitra Amartha, ‘Kebaya Mbok Dhe’ asal Surakarta, dalam acara The 2026 Asia Grassroots Forum (4_6).Andi Taufan Garuda Putra, Founder dan CEO Amartha Financial, mengunjungi salah satu stan mitra Amartha, ‘Kebaya Mbok Dhe’ asal Surakarta, dalam acara The 2026 Asia Grassroots Forum (4_6).

Sebagai bagian dari diskusi, IFC menyoroti pentingnya akses pembiayaan produktif untuk memperluas peluang ekonomi.

Country Manager IFC untuk Indonesia, Euan Marshall, menyampaikan bahwa sektor swasta, khususnya UMKM, merupakan tulang punggung ekonomi kawasan.

Menurutnya, ketika pelaku usaha memperoleh pembiayaan dan dukungan yang tepat, mereka dapat menjadi penggerak penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan jangka panjang.

Selain pembiayaan, teknologi menjadi salah satu fokus utama dalam forum tahun ini.

Perkembangan AI dan transformasi digital dinilai membuka peluang baru untuk meningkatkan produktivitas usaha kecil, memperluas akses layanan keuangan, serta menghadirkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Managing Partner Accion Digital Transformation, Njord Andrewes, mengatakan bahwa AI berpotensi membantu usaha kecil memperoleh layanan yang lebih efisien dan terjangkau.

Namun, ia menekankan bahwa penerapan teknologi harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan mengutamakan perlindungan konsumen dan kepercayaan pengguna.

Untuk memperkuat agenda kesehatan finansial masyarakat, Amartha juga meluncurkan Indonesian Coalition for Financial Health (ICFH).

Inisiatif lintas sektor tersebut bertujuan mempercepat riset, inovasi, dan kolaborasi dalam meningkatkan kesehatan finansial masyarakat Indonesia, terutama perempuan, pelaku UMKM, petani kecil, dan komunitas akar rumput.

[Ki-ka] Andi Taufan Garuda Putra, Founder dan CEO Amartha Financial bersama Gusti Ian, UMKM Binaan Amartha & Pemilik Usaha ‘Kebaya Mbok Dhe’ serta Rudiantara, Komisaris Utama Amartha dan Menteri Komunikas[Ki-ka] Andi Taufan Garuda Putra, Founder dan CEO Amartha Financial bersama Gusti Ian, UMKM Binaan Amartha & Pemilik Usaha ‘Kebaya Mbok Dhe’ serta Rudiantara, Komisaris Utama Amartha dan Menteri Komunikasi
Peluncuran ICFH menjadi salah satu hasil penting dari penyelenggaraan The 2026 Asia Grassroots Forum.

Kehadiran koalisi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara sektor swasta, lembaga pembangunan, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merancang solusi yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat yang belum terlayani secara optimal.

Selama dua hari penyelenggaraan, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari masa depan kewirausahaan di era AI, mobilisasi modal untuk pertumbuhan inklusif, hingga pengembangan ekosistem yang mendukung inovasi dan peningkatan kesehatan finansial.

Pembahasan tersebut mencerminkan semakin besarnya perhatian terhadap hubungan antara teknologi, akses keuangan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Amartha menilai kombinasi modal yang inklusif, pemanfaatan teknologi yang relevan, dan penguatan komunitas akan menjadi fondasi penting untuk meningkatkan daya saing UMKM serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di masa mendatang.

Melalui Asia Grassroots Forum dan Indonesian Coalition for Financial Health, perusahaan berharap kolaborasi lintas sektor dapat menghasilkan solusi yang berdampak langsung bagi jutaan pelaku usaha dan masyarakat akar rumput di Indonesia maupun kawasan Asia.

Baca Juga: Fintech Dorong Ekonomi 2026, Amartha Salurkan Triliunan ke UMKM Desa

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi