Jakarta, CNN Indonesia --
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo menyatakan korban penusukan berinisial SR merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) di Jepang.
KBRI Tokyo telah melakukan komunikasi intensif terkait kasus tersebut dengan berbagai pihak Jepang.
"Berdasarkan informasi yang diperoleh KBRI, korban sempat dibawa ke rumah sakit setempat, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia. Adapun korban diketahui merupakan seorang PMI," demikian pernyataan KBRI Tokyo melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang kepada CNNIndonesia.com, Senin (8/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan komunikasi dengan otoritas setempat, KBRI menyebut pelaku sudah ditahan Kepolisian Chitose.
"Saat ini pelaku masih berada dalam penahanan oleh otoritas kepolisian setempat guna pendalaman pemeriksaan," lanjut KBRI Tokyo.
Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tokyo dan Direktorat Pelindungan WNI akan terus memantau perkembangan penanganan kasus yang dilakukan Kepolisian, serta kemungkinan rencana pemulangan jenazah ke Indonesia.
Kemlu juga bakal melakukan pemantauan secara saksama dan pendampingan terhadap perkembangan kasus, termasuk pendampingan hukum dan pendampingan dalam pengurusan jenazah WNI korban di RS setempat.
Sebelumnya, pelaku WNI bernama Agung Laksana Aji menjadi sorotan usai ditangkap polisi Jepang pada pekan lalu.
Kantor Polisi Chitose, Hokkaido, mengatakan Agung ditangkap setelah menikam sesama WNI Sri Rahayu (21) di Chitose. Petugas juga melaporkan keduanya saling kenal.
Penikaman itu terjadi pada 4 Juni malam waktu setempat di Jalan Shinai 1 Chome, Chitose. Sekitar pukul 21.10, layanan darurat menerima laporan dari salah satu pejalan kaki soal seorang laki-laki yang membawa pisau di trotoar.
Petugas kemudian bergegas ke lokasi. Namun, setibanya di sana mereka menemukan perempuan sejumlah luka tusukan di bagian perut.
Aji diduga menikam Sri beberapa kali di bagian perut menggunakan pisau. Perempuan berusia 21 tahun itu kemudian dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak tertolong. Polisi menduga pelaku dan korban saling kenal.
(isa/dna)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
2

















































