FAJAR.CO.ID,JAKARTA - Situasi tegang antara Amerikan Serikat (AS) dan Iran masih terus berlangsung dan semakin panas setiap harinya.
Terbaru, Presiden AS, Donald Trump memberikan ancaman akan melakukan blokade untuk selat Hormuz serta pelayaran menuju pelabuhan Iran.
Ancaman ini dilontarkan usai negosiasi damai AS dan Iran yang digelar di Pakistan pada Sabtu (11/4) lalu berakhir buntu.
Buntunya negosiasi yang dilakukan itu membuat Trump geram dan berencana akan mengirim Angkatan Laut Amerika Serikat untuk memblokade Selat Hormuz, buntut negosiasi damai dengan Iran yang berakhir buntu.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukannya bakal menerapkan blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran, mulai Senin 13 April pukul 10 pagi waktu AS.
Ini berdasarkan pernyataannya di X, CENTCOM mengatakan blokade tersebut akan diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.
Selain itu, CENTCOM memastikan pasukan AS tidak akan menghalangi kebebasan navigasi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz ke dan dari pelabuhan non-Iran.
Tak Terima Kritikan
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat itu memberikan komentar pedas ke pemimpin Gereja Katolik sedunia, Paus Leo XIV, tak terima dikritik atas kebijakannya terhadap Iran hingga Venezuela.
Dalam unggahan di media sosialnya pada Minggu (12/4), Trump blak-blakan mengatakan tak butuh seorang Paus yang berpikir bahwa AS telah melakukan hal sangat buruk dengan menyerang Venezuela dan Iran.











































