Amorim: Saya Datang ke MU untuk Jadi Manajer, Bukan Pelatih

1 day ago 3

CNN Indonesia

Senin, 05 Jan 2026 10:45 WIB

Kejutan kembali muncul dari Old Trafford pasca Ruben Amorim mengecam para petinggi Manchester United. Ruben Amorim menegaskan perannya adalah manajer Manchester United. (AFP/DARREN STAPLES)

Jakarta, CNN Indonesia --

Kejutan kembali muncul dari Old Trafford pasca Ruben Amorim mengecam para petinggi Manchester United serta menegaskan keinginannya untuk menjadi manajer alih-alih pelatih klub.

Amorim menyatakan ingin dikenal lebih dari sekadar pelatih kepala seperti biasa. Ia datang ke MU untuk menjadi manajer penuh wewenang, bukan sekadar menjadi pelatih kepala yang tugasnya terbatas mengatur taktik dan latihan tim.

"Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan untuk menjadi pelatih Manchester United dan itu jelas," terang Amorim yang dilansir dari ESPN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan eksplosif itu mencuat pada konferensi pers usai laga imbang 1-1 MU melawan Leeds United di Elland Road pada laga Premier League akhir pekan lalu. Saat ditanya soal posisi dan haknya dalam struktur klub, Amorim tak ragu membedakan perannya.

Kata-kata yang dilontarkannya bukan sekadar retorika. Amorim yang telah direkrut dari Sporting Lisbon pada November 2024 dengan kontrak hingga Juni 2027 tampak frustasi dengan dinamika internal di United. Hal ini berkaitan terutama soal kebijakan transfer dan hubungan kerja dengan direktur sepak bola Jason Wilcox.

Dalam pernyataannya, ia meminta setiap departemen di klub melakukan tugasnya dengan serius, sementara ia akan menjalankan kewajibannya sebagai manajer penuh otoritas. Ia dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak akan menyerah sampai ada yang menggantikannya.

"Saya akan melakukan pekerjaan saya selama 18 bulan ini dan kemudian kita akan mengamati hasilnya," ucap Amorim.

Lebih jauh, pelatih MU ini juga menyinggung tekanan eksternal klub, termasuk kritik yang muncul dari mantan pemain United yang kini menjadi komentator, seperti Gary Neville. Menurutnya, jika klub tak mampu menanggapi kritik tersebut, diperlukan adanya perubahan besar.

Pernyataan yang tajam ini menimbulkan spekulasi soal hubungan Amorim dengan manajemen United, sekaligus membuka babak baru diskusi tentang seberapa besar kontrol yang harus dimiliki seorang pelatih atas aspek non-teknis seperti transfer pemain.

[Gambas:Video CNN]

(ade/jal)

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi