Apakah Itikaf Harus di Masjid? Ini Penjelasan Syarat dan Niatnya

2 hours ago 1

Jakarta -

Bulan suci Ramadan menjadi momen yang tepat bagi umat muslim untuk memperbanyak ibadah sunah sekaligus amalan baik. Sebab di bulan yang istimewa ini, Allah Swt. akan melipatgandakan pahala ibadah dan amalan yang kita lakukan. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan saat bulan Ramadan adalah itikaf.

Itikaf merupakan aktivitas berdiam diri masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah. Itikaf biasanya juga disertai dengan rangkaian ibadah lainnya, seperti salat, zikir, membaca Al-Quran, dan amalan baik lainnya. Rasulullah saw. Juga menganjurkan untuk melaksanakan itikaf di sepuluh malam terakhir Ramadan, sebagaimana dijelaskan dalam hadis dari Aisyah RA berikut ini:

أَنَّ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانِ. حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ. ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

Artinya: "Bahwasanya Nabi SAW beri'tikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan sampai beliau dipanggil Allah Azza wa Jalla, kemudian istri-istri beliau (meneruskan) beri'tikaf setelah beliau wafat." (HR Muslim).


Meski begitu, ada sebagian orang yang mempertanyakan apakah itikaf harus selalu dilakukan di masjid? Simak penjelasannya berikut ini.

Apakah Itikaf Harus Dilakukan Di Masjid?

Merujuk pada surat Al-Baqarah ayat 187, ditegaskan bahwa itikaf harus dilaksanakan di dalam masjid. Namun, para ulama memiliki pendapat berbeda tentang kriteria masjid yang dapat digunakan untuk itikaf.

Sebagian ulama, seperti Al-Hanafiyah, berpendapat bahwa masjid yang digunakan untuk itikaf harus memiliki imam dan muadzin khusus, tanpa memandang apakah masjid tersebut digunakan untuk salat lima waktu atau tidak.

Sedangkan ulama lain, seperti Al-Hanabilah, berpendapat bahwa itikaf dapat dilakukan di masjid yang biasa digunakan untuk salat berjamaah, meskpun bukan salat Jumat.

Berbeda dengan pandangan aliran Muhammadiyah yang lebih menyarankan masjid jami atau masjid yang digunakan untuk salat jumat sebagai tempat untuk itikaf.

Terlepas dari perbedaan pandangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa itikaf sejatinya memang harus dilakukan di masjid. Hal ini juga sejalan dengan penjelasan yang tercantum di dalam Al-Quran sehingga tidak dapat disangkal. Sedangkan untuk jenis masjidnya, umat muslim dapat mengikuti pandangan ulama yang dianggap paling sesuai menurut keyakinan masing-masing.

Syarat Itikaf

Melaksanakan itikaf di masjid juga termasuk salah satu syarat itikaf yang harus dipenuhi agar itikaf dianggap sah. Secara lengkap, syarat-syarat itikaf, antara lain:

  1. Beragama Islam
  2. Sudah memasuki usia baligh
  3. Dilaksanakan di masjid
  4. Menghindari hal-hal yang membatalkan itikaf
  5. Suci dari hadas besar
  6. Berakal
  7. Membaca niat

Bacaan Niat Itikaf

Sebagai salah satu syarat sah, niat itikaf harus dibaca sebelum melaksanakan itikaf. Niat itikaf dapat dibedakan berdasarkan tujuan itikaf itu sendiri. Melansir dari laman NU Online, Syekh Nawawi membagi itikaf menjadi tiga kategori, yakni itikaf mutlak, itikaf terikat waktu tanpa terus-menerus, dan itikaf yang dinazarkan. Berikut ini bacaan niatnya:

Niat Itikaf Mutlak


نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى


Artinya: "Aku berniat itikaf di masjid ini karena Allah."

Niat Itikaf Terikat Waktu

Itikaf dapat dilaksanakan sesuai waktu yang telah disepakati. Misalnya selama satu hari, satu malam penuh, atau satu bulan penuh. Berikut bacaan niatnya:

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَوْمًا/لَيْلًا كَامِلًا/شَهْرًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya: "Aku berniat itikaf di masjid ini selama satu hari/satu malam penuh/satu bulan karena Allah."

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا

Artinya: "Aku berniat i'tikaf di masjid ini selama satu bulan berturut-turut karena Allah."

Niat Itikaf yang Dinazarkan

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى

Artinya: "Aku berniat itikaf di masjid ini fardhu karena Allah."

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فَرْضًا للهِ تَعَالَى

Artinya: "Aku berniat i'tikaf di masjid ini selama satu bulan berturut-turut fardhu karena Allah."


Demikian penjelasan tentang keharusan melaksanakan itikaf di masjid beserta syarat dan niatnya. Semoga penjelasan ini dapat bermanfaat sekaligus membantu umat muslim mempersiapkan diri demi menjemput keberkahan di sepuluh malam terakhir Ramadan.

(Astrid Riyani Atmaja/dis)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi