Arab Cs Makin Waswas Iran Masih Getol Kirim Drone-Rudal

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Masyarakat di negara Teluk Arab semakin cemas akan potensi serangan Iran yang makin getol menyasar titik di luar situs militer dan aset Amerika Serikat, terutama institusi sipil di wilayah mereka.

Jurnalis Al Jazeera yang melapor dari Kuwait, Malik Traina, mengatakan bahwa sirene peringatan terus berbunyi nyaring di berbagai negara Arab sejak perang AS-Israel vs Iran meletus pada 28 Februari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengung-dengung itu semakin intens beberapa hari belakangan. Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Kuwait, hingga Arab Saudi terus sibuk berjibaku dengan rudal dan drone yang meluncur ke langit mereka.

Pada Kamis (2/4) pagi, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengaku telah mencegat empat drone dalam beberapa jam terakhir. Sebelumnya, Kemhan Saudi mencegat rudal balistik yang mengarah ke provinsi timur.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain sekitar waktu yang sama juga menyalakan alarm dan mendesak warga berlindung ke tempat aman, setelah lagi-lagi mendeteksi datangnya serangan.

[Gambas:Video CNN]

Kemarin (1/4), Bandara Internasional Kuwait juga digempur untuk ketujuh kalinya dalam lima pekan ini. Pihak berwenang baru berhasil memadamkan api pada larut malam.

Di Kuwait, menurut Traina, ada kekhawatiran yang meningkat di antara masyarakat mengenai pihak lain yang berpotensi bergabung dalam perang. Warga utamanya cemas faksi-faksi Iran di Irak, yang berbatasan langsung dengan Kuwait, akan ikut meluncurkan serangan.

Bank Nasional Kuwait pada Rabu pun memutuskan untuk menutup kantor pusatnya.

Pada 11 Maret lalu, militer Iran mengancam akan menyerang bank-bank yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel di seluruh Timur Tengah usai Bank Sepah milik Iran dibom kedua negara.

Iran baru-baru ini juga mengancam akan menyerang perusahaan-perusahaan teknologi AS yang dianggap terlibat dalam pengumpulan informasi intelijen.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah merilis daftar kantor dan infrastruktur yang akan menjadi target baru Iran. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain Google, Microsoft, Planter, IBM, Nvidia, Oracle, HP, Intel, Apple, hingga Meta.

(blq/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi