Jakarta, CNN Indonesia --
Mikel Arteta memberikan alasan Gabriel Magalhaes jadi salah satu penendang penalti Arsenal saat melawan Paris Saint-Germain (PSG) dalam final Liga Champions di Stadion Puskas Arena, Sabtu (30/5).
PSG kembali juara Liga Champions 2025/2026 setelah mengalahkan Arsenal 4-3 (1-1) melalui adu penalti. Gabriel jadi biang kekalahan Arsenal dalam laga itu.
Gabriel yang belum pernah jadi penendang penalti Arsenal jadi eksekutor terakhir Arsenal untuk lima pemain pertama. Saat itu PSG unggul 4-3. Akan tetapi tendangan kaki kiri Gabriel melayang di atas mistar. PSG akhirnya menang 4-3.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bek asal Brasil itu langsung jadi sorotan usai final Liga Champions. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Mikel Arteta mengungkapkan alasan memasukkan Gabriel sebagai algojo penalti.
"Dia ingin mengambilnya," kata Arteta dikutip dari Sporbible.
Keputusan Arteta memasukkan Gabriel sebagai penendang penalti Arsenal menuai kontroversi. Pasalnya masih ada nama Noni Madueke hingga Martin Zubimendi yang bisa jadi pilihan paling mungkin sebagai eksekutor.
"Biasanya penendang penalti adalah Bukayo [Saka], Martin [Odegaard], dan Kai [Havertz]. Tapi kami tahu bahwa jika pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu dan adu penalti, pemain lain harus maju," ucap Arteta.
Kegagalan Arsenal juara Liga Champions mengulang momen buruk 20 tahun silam ketika kalah 1-2 dari Barcelona di Paris pada 2006.
Klub asal London itu juga gagal mencetak sejarah dengan membuat klub Inggris sapu bersih seluruh ajang antarklub Eropa musim ini. Sebelum Arsenal kalah di final Liga Champions, Aston Villa lebih dulu juara Liga Europa dan Crystal Palace kampiun di UEFA Conference League.
(sry/jun)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
2















































