Asus: Kebanyakan Pembeli Laptop Hanya Melihat Harga

10 hours ago 2

Selular.ID – Asus Indonesia menilai dinamika persaingan di industri laptop semakin ketat seiring bertambahnya jumlah pemain di pasar, termasuk kehadiran berbagai merek global dan brand lokal.

Perubahan perilaku konsumen yang kini lebih mudah mengakses informasi spesifikasi dan harga melalui platform digital turut memengaruhi cara pengguna memilih perangkat komputasi.

Menurut Davina Larissa, Country Marketing Manager ASUS Indonesia, ketersediaan informasi yang luas membuat konsumen memiliki lebih banyak referensi sebelum membeli laptop.

Namun kondisi tersebut juga memunculkan kecenderungan sebagian pengguna yang hanya berfokus pada perbandingan harga atau skor benchmark tanpa melihat nilai teknologi yang ditawarkan oleh perangkat secara menyeluruh.

“Sekarang informasi bisa didapatkan dari mana saja. Banyak pengguna langsung membandingkan benchmark atau harga. Tantangannya bagi kami adalah menjelaskan bahwa teknologi tidak hanya soal harga, tetapi juga tentang value atau nilai yang dibawa oleh perangkat tersebut,” kata Davina Larissa, dalam Bincang Eksekutif Selular, Baru-baru ini di Jakarta.

Davina menjelaskan, bahwa perubahan pola konsumsi informasi ini terjadi seiring meningkatnya penggunaan platform digital, forum teknologi, serta situs pembanding spesifikasi perangkat.

Melalui berbagai kanal tersebut, konsumen dapat dengan cepat mengakses data performa prosesor, unit pemrosesan grafis, hingga hasil pengujian benchmark dari berbagai produk laptop.

Akses informasi yang semakin cepat membuat proses pengambilan keputusan pembelian menjadi lebih berbasis data.

Namun menurut Davina,  parameter seperti harga dan skor benchmark tidak selalu mencerminkan pengalaman penggunaan secara utuh.

Dalam perangkat komputasi modern, performa laptop ditentukan oleh kombinasi beberapa komponen utama.

Di antaranya adalah CPU (Central Processing Unit) sebagai prosesor utama yang menjalankan berbagai instruksi komputasi, GPU (Graphics Processing Unit) yang bertugas mengolah grafis dan visual, serta NPU (Neural Processing Unit) yang dirancang khusus untuk menangani komputasi berbasis **Artificial Intelligence (AI).

Davina menyebut bahwa keberadaan NPU dalam laptop generasi baru menjadi salah satu teknologi yang belum sepenuhnya dipahami oleh sebagian konsumen.

NPU merupakan prosesor khusus yang dirancang untuk memproses beban kerja kecerdasan buatan secara efisien.

Seperti pengolahan gambar, pengenalan suara, serta berbagai fitur berbasis AI yang semakin banyak digunakan dalam aplikasi produktivitas.

Menurut Davina, tantangan bagi produsen laptop saat ini bukan hanya menghadirkan perangkat dengan teknologi terbaru, tetapi juga memastikan pengguna memahami fungsi dan manfaat dari teknologi tersebut dalam penggunaan sehari-hari.

“Kami melihat pentingnya edukasi teknologi kepada pengguna. Banyak istilah seperti CPU, GPU, atau NPU yang sebenarnya sangat menentukan pengalaman penggunaan. Tantangannya adalah bagaimana menjelaskan teknologi tersebut dengan bahasa yang sederhana agar pengguna bisa memahami manfaatnya,” ujarnya.

Sebagai bagian dari pendekatan tersebut, Asus Indonesia berupaya menyampaikan pesan teknologi melalui berbagai kanal komunikasi, mulai dari kampanye pemasaran, kegiatan peluncuran produk, hingga konten edukatif di platform digital.

Pendekatan ini bertujuan menyederhanakan konsep teknis sehingga hubungan antara spesifikasi perangkat dan manfaat praktisnya dapat dipahami oleh pengguna.

Perkembangan teknologi komputasi juga mendorong perubahan dalam desain perangkat laptop secara global.

Dalam beberapa tahun terakhir, produsen chip seperti Intel, AMD, dan Qualcomm mulai mengintegrasikan unit pemrosesan AI ke dalam prosesor generasi terbaru.

Integrasi tersebut memungkinkan berbagai aplikasi kecerdasan buatan dijalankan langsung di perangkat tanpa bergantung sepenuhnya pada komputasi berbasis cloud.

Perubahan arsitektur prosesor tersebut mendorong produsen laptop untuk menyesuaikan strategi produk mereka, termasuk menghadirkan perangkat yang mampu memanfaatkan teknologi AI secara lebih optimal.

Asus menjadi salah satu perusahaan yang menyesuaikan pendekatan tersebut melalui pengembangan lini laptop yang mendukung komputasi berbasis AI.

Di tengah meningkatnya persaingan di pasar laptop Indonesia, Asus Indonesia menilai bahwa edukasi teknologi akan menjadi salah satu faktor penting dalam membantu konsumen memahami nilai dari perangkat komputasi modern.

Ketika pengguna memahami fungsi teknologi di balik spesifikasi perangkat, keputusan pembelian tidak lagi hanya didasarkan pada harga atau angka benchmark.

Perubahan cara konsumen mencari informasi dan mengevaluasi perangkat teknologi diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya literasi digital dan akses informasi.

Baca Juga:Asus Umumkan Penyesuaian Harga Mulai April 2026

Dalam konteks tersebut, produsen laptop perlu menyeimbangkan inovasi produk dengan strategi komunikasi yang mampu menjelaskan nilai teknologi secara jelas kepada pengguna.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi